Indeks Enso juga turut pengaruh pada cuaca ekstrem. Sehingga enso (la nina) masih signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini sebagai penyumbang curah hujan di wilayah Indonesia.
Kemudian cuaca ekstrem yang terjadi di Kobar ini berdasarkan hasil analisa anomali suhu permukaan laut di perairan Kalimantan Tengah bagian barat menunjukan adanya peningkatan suhu dibandingkan kondisi normalnya (1.0 – 2.0 Celcius).
Ditambah lagi, filter spasial Madden Julian Oscillation dan gelombang Kelvin terpantau aktif di lokasi kejadian serta adanya masa udara basah pada lapisan rendah hingga tinggi dengan nilai 70% – 90%. Kondisi ini dapat mendukung proses pertumbuhan awan konvektif di sekitar lokasi kejadian yang memicu peningkatan intensitas curah hujan.
“Kemudian berdasarkan analisa citra radar produk CMAX terdapat awan konvektif di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya. (rin/sla)








