Pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak bisa lepas dari peran kaum muda. Sebagian besar penduduknya masuk kategori generasi emas, tulang punggung masa depan. Di mata mereka, sudah banyak kemajuan yang dicapai Bumi Habaring Hurung yang tahun ini merayakan hari jadi ke-70 tahun.
radarsampit.com
Radar Sampit mewawancarai sejumlah pemuda-pemudi Kotim yang masih menempuh pendidikan SMA dan perguruan tinggi dalam sepekan terakhir. Mereka disodori sejumlah pertanyaan seputar Kotim dan pemerintahannya. Termasuk nama sejumlah pejabatnya.
Pertanyaan diajukan dengan wawancara secara langsung, sehingga jawaban mereka murni dari pengetahuan yang dimiliki. Pertanyaan itu untuk menguji sejauh mana mereka mengikuti isu pemerintahan maupun pembangunan yang tengah dijalankan para pimpinan daerah, serta harapan mereka untuk Kotim di masa yang akan datang.
Pelibatan generasi muda dalam pembangunan sangat penting, karena kaum muda memegang kunci masa depan. Menjaring asa para muda-mudi bisa jadi pijakan membangun Kotim lebih baik dengan mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman.
Berdasarkan dana Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim dengan mengacu batas usia muda yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada rentang umur 15-24 tahun, jumlah penduduk muda Kotim tercatat sebanyak 77.257 dari total 432.283 jiwa (17,87 persen). Puluhan ribu kaum muda itu bisa jadi penentu arah pembangunan Kotim di masa depan.
Dari sekitar 20 mahasiswa dan pelajar, sebagian besar kaum muda itu mengenal sejumlah sosok yang memegang kendali pemerintahan maupun kebijakan. Umumnya, narasumber dari kalangan mahasiswa mengetahui nama sejumlah pejabat sampai tingkat kepala dinas.
Sebaliknya, pada kalangan pelajar, nyaris tak mengetahui nama pejabat satuan organisasi pemerintahan daerah (SOPD). Mereka hanya mengenal pejabat utama Pemkab Kotim, yakni Bupati Kotim Halikinnor, Wakil Bupati Kotim Irawati, dan Sekda Kotim Fajrurrahman.
Messa Quraniah Effendi, misalnya. Mahasiswi STIH HR Sampit ini bisa menyebutkan dengan lengkap tujuh nama kepala SOPD di Kotim. Dia juga menyebutkan lengkap nama Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Kotim lengkap dengan gelar akademisnya.
Berbeda dengan Farida. Pelajar kelas XI IPA A SMAN 1 Sampit ini hanya mengetahui sosok Bupati dan Wakil Bupati Kotim. Adapun pejabat di bawahnya, dia hanya mengetahui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Wim RK Benung dan Ketua KONI Kotim Ahyar Umar, karena sering hadir dalam kegiatan olahraga yang dia ikuti.
Demikian pula dengan Vania Dinda Winata (18) yang mengaku hanya mengenal tiga pucuk pimpinan Kotim. ”Bupatinya jelas Pak Halikinnor, sedangkan wakilnya Ibu Irawati dan Sekda Kotim Pak Fajrurrahman,” ucap pelajar yang duduk di bangku kelas XII ini.
Adapun Alfi Rizkyanoor Hartandy (20) punya jawaban berbeda. Dia hanya mengetahui nama Bupati dan Wakil Bupati Kotim, sementara nama pejabat lainnya dia tak tahu. ”Lebih gak peduli sebenarnya, karena gak ada keterkaitan langsung di hidup saya,” ujar mahasiswa Universitas Darwan Ali ini.
Pada pertanyaan lain seputar pariwisata, semua narasumber bisa menyebutkan dengan baik destinasi wisata andalan Kotim, terutama di kawasan kota yang baru dibangun Pemkab Kotim, yakni Terowongan Nur Mentaya. Sebagai informasi, sektor wisata menjadi andalan sejumlah daerah di Indonesia untuk menopang pembangunan dan menggerakkan perekonomian rakyat.
Catatan Radar Sampit, sektor pariwisata Kotim terus bangkit setelah dua tahun terdampak pandemi virus korona. Destinasi wisata andalan, seperti Pantai Ujung Pandaran, selalu dipadati ribuan warga pada momen liburan. Tingginya kunjungan pelancong, membuat perekonomian rakyat ikut bergerak.








