PARAH!!! Tahunan Merawat Ikan di Sampit, Mati akibat Dua Hari Pemadaman Listrik

bukti kalimantan anak tiri
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.comPemadaman listrik sekitar 45 jam telah merugikan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya para pelaku usaha. Selain itu, peliharaan warga yang dirawat tahunan dan bergantung listrik, harus mati saat listrik padam dua hari.

Pemadaman terjadi sejak pukul 21.30 WIB Selasa (11/1). Listrik baru menyala pukul 18.36 WIB, Kamis (13/10). Aktivitas sebagian besar masyarakat yang berkaitan dengan listrik nyaris lumpuh.

Bacaan Lainnya

Dampak pemadaman juga dirasakan petani hidroponik. Pasalnya, listrik menjadi sumber utama agar air terus memberi kehidupan untuk sayur-sayuran hidroponik. Selama dua hari ini, semua petani hidroponik nyaris menyerah dengan keadaan.

”Listrik padam. Selesai sudah usaha kami. Sayur-sayuran bisa mati karena aliran air terhenti. Pemadamannya hanya dua hari, tetapi kerugian yang saya alami sudah mencapai puluhan juta,” kata Dodo.

Petani hidroponik tak bisa berbuat banyak, selain mengikhlaskan keadaan. Sayur-sayuran yang dirawat dan diberikan nutrisi dengan haraga ratusan ribu mati. Tak dapat dimanfaatkan, apalagi dijual ke konsumen.

Baca Juga :  Porkab Siap Pertandingkan 14 Cabor

”Sampai kapan listrik mati? Tak tahu lagi sudah ini. Sayur yang harusnya sudah mau panen, semua mati. Gagal panen karena listrik mati,” kata Heru, petani hidroponik lainnya.

Keluhan yang sama juga dialami Yeye. Dia harus merelakan belasan ikan koi yang dirawat dan disayangi selama bertahun-tahun mati karena listrik padam sangat lama.

”Dua tahun saya merawatnya, sampai tumbuh jadi ikan yang besar-besar dan sehat. Dua hari listrik mati, ikan saya juga ikut mati,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pelaku usaha frozen food juga mengeluhkan kerugian jutaan rupiah akibat listrik padam. ”Pakai genset mau sampai berapa jam bertahannya? Berapa ratus ribu keluar biaya untuk bahan bakar genset, demi mempertahankan produk yang saya jual tetap beku dan layak jual, tapi tetap saja tidak maksimal. Sebagian produk leleh dan tidak layak jual,” kata Marina.

Pos terkait