Pelayanan Rumah Sakit di Kotim Tuai Kritik Bertubi

Jelang Pemilu 2024 Jadi Ajang Cari Panggung Eksistensi

witersius natali
TOKOH MASYARAKAT : Tokoh masyarakat bersama cucunya yang memberikan kesaksian langsung terkait layanan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit, Kamis (18/1/2024). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Menjelang Pemilu 2024, sejumlah peserta pemilu bergerilya ingin mendapatkan perhatian publik. Sosok yang tak begitu dikenal masyarakat kini mulai naik ke permukaan.

Kesempatan Pemilu jadi ajang sejumlah calon peserta pemilu mencari panggung untuk menaikkan elektabilitas dan kepopuleran agar mendapatkan perhatian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satunya dengan cara mengkritik layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Tak ada salahnya memang mengkritik apapun program, kegiatan dan pelayanan publik demi memberikan dampak perubahan yang lebih baik.

Namun, kritik yang disampaikan bisa saja timpang sebelah karena hanya menyorot pada satu sisi buruknya saja dan mengabaikan sisi baiknya.

“Bukan saya membela rumah sakit. Kadang-kadang ada orang-orang tertentu yang memang sengaja mencari celah untuk menjatuhkan pelayanan di rumah sakit. Kita tahu pelayanan rumah sakit saat ini sedang menjadi sorotan yang tidak baik,” ujar Witersius Natali Ketua DPC Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) saat ditemui Radar Sampit di sekretariat dekat Taman Kota Sampit, Kamis (18/1/2024) sore.

Baca Juga :  Bawaslu Palangka Raya Pertegas Sanksi Caleg Pelanggar Aturan

Witersius mengakui pelayanan di rumah sakit masih belum dikatakan maksimal. Masih adanya keluhan pasien menjadi pertanda, layanan masih butuh perbaikan.

“Mana ada pelayanan publik dimanapun bisa dikatakan sempurna. Pasti saja ada yang perlu dibenahi, seperti pelayanan kesehatan di rumah sakit. Saya melihat orang-orang yang sering bersuara lantang, orangnya itu-itu saja yang memang sedang mencaleg mencari panggung apalagi ini lagi musim politik,” ujar pria asli warga Dayak Sampit yang menjadi Pembina Fordayak dan anggota Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim.

Menurutnya, tak ada salahnya kritik dilakukan sebagai langkah perbaikan terhadap layanan agar lebih baik. Namun, hal itu perlu dilihat dari dua sisi buruk dan baik.

“Layanan di rumah sakit tidak sepenuhnya buruk. Saya pernah berurusan langsung dengan rumah sakit. September 2023 lalu cucu saya masuk rumah sakit karena sakit demam berdarah,” kata pria berumur 60 tahun ini.



Pos terkait