Pria Ceking Ini Ternyata Juga Tipu Pengurus Masjid di Pangkalan Bun

pelaku penipuan
WASPADA: Rizky, terduga pelaku penipuan pengurus Masjid Al Ikhsan belum lama ini. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Rizky ternyata tidak hanya melakukan penggelapan mobil Honda Brio dari garasi Bengkel Bintang, Jalan Malijo, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dia diduga juga melakukan penipuan terhadap pengurus masjid Al Ikhsan di RT 5 Madurejo. Akibat perbuatan pria ceking tersebut, pengurus Masjid Al Ikhsan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Bacaan Lainnya

Modus Rizky terbilang menarik. Dia berpura-pura membantu penggalangan dana untuk pembangunan masjid melalui bukti transfer fiktif dari donasi dari salah seorang calon legislatif.

Pengurus Mesjid Al-Ikhsan, Mudasir, mengungkapkan bahwa pelaku sejatinya merupakan pelanggan di tempat cukur miliknya yang berada di depan RS Citra Husada. Usai beberapa kali potong rambut, pelaku lalu meminta nomor Whatsapp (WA) untuk saling berkomunikasi.

“Dia meminta nomor WhatsApp saya, dan dia bilang untuk kepentingan komunikasi,” ungkapnya.

Ketika korban update status di WA terkait pembangunan masjid, Rizky kemudian membalas dengan menawarkan bantuan untuk mencari sejumlah donatur. Korban pun lantas menyetujui tawaran tersebut dan mengirim nomor rekening masjid sesuai permintaan pelaku.

Selang beberapa hari kemudian, Rizky mengirimkan bukti transfer kepada korban senilai Rp22 juta dengan mencatut nama anggota DPR RI Kalteng. Pelaku lalu meminta Mudasir untuk mengirimkan kembali uang senilai Rp 7 juta ke rekening yang diminta dengan dalih untuk Yayasan Al-Hikmah.

“Sekitar habis Isya itu hari Rabu lalu ada tanda bukti transfer. Bantuannya itu atas nama Agustiar Sabran. Awalnya saya senang dan tidak curiga sedikitpun. Habis itu dia minta bagian, karena kebetulan ada dana masjid Rp7 juta dikirimlah ke rekening yang diminta,” bebernya.

Baca Juga :  Dalam Sepekan ada Dua Kasus Narkoba Libatkan Narapidana Lapas Pangkalan Bun

Beberapa menit kemudian, kembali masuk bukti transfer dari pelaku sebesar Rp25 juta mencatut nama politisi H Akhmad Syaikhu. Pelaku lantas meminta bagian untuk Yayasan Al-Hikmah dan dikirim ke rekening yang diminta sebesar Rp 9 juta. Korban pun menuruti permintaan tersebut.

“Carilah kami pinjaman Rp9 juta ke tetangga yang punya M-Banking, dikirim lagi bagiannya. Setelah dikirim, ada bukti transfer lagi ke rekening masjid sebesar Rp28 juta lalu kirim lagi ke dia Rp12 juta. Karena kalau tidak dikirim balik, diancam duitnya bakal ditarik lagi,” imbuhnya.

Pada pengiriman bukti transfer ke empat kalinya yang dikirim dengan bukti transfer senilai Rp31 juta, pengurus masjid curiga. Hingga datanglah mereka ke tempat kerja Rizky untuk mempertanyakan bantuan yang masuk, karena sudah terlalu banyak.

“Ia menjawab, nanti saja ketemu di bank sekitar jam 08.00 WIB, lalu saya minta KTP-nya habis itu pulang,” beber pengurus Masjid Al-Ikhsan.

Karena kecurigaan mulai memuncak, selepas subuh korban pun berinisiatif menghubungi pelaku, namun nomor yang diberikan sudah tidak aktif lagi. Pagi harinya, korban bergegas pergi ke bank dan ke bengkel tempat pelaku bekerja.

“Ketika datang ke Bank Kalteng dan BRI, saya cek saldo masih nol, tidak masuk sama sekali, lalu datang ke bengkel ternyata orangnya sudah tidak ada. Total kerugian sekitar Rp 28 juta,” keluhnya.

Keesokan harinya, korban bergegas melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dan berharap penipuan dengan modus serupa tidak kembali terulang, terutama bagi pengurus mesjid yang ada di Kobar dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan jadi pembelajar buat pengurus masjid yang lain, jangan mudah percaya dengan bukti transfer seperti itu. Kita harap pelaku cepat tertangkap supaya ada efek jera,” pungkasnya. (tyo/yit)

Pos terkait