Pria Telanjang di Jalanan Sampit Langsung Diamankan

amankan pria gangguan jiwa
DIAMANKAN: Seorang pria diduga mengalami gangguan jiwa (tiga dari kiri) diamankan Satpol PP dan Dinsos Kotim, Rabu (15/3) malam. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak cepat mengamankan seorang pria yang berjalan tanpa selelai pakaian di Jalan Jenderal Ahmad Yani Sampit tadi malam (15/3). Pria yang sempat jadi sorotan masyarakat tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.

Dari video yang direkam pengendara, pria itu berjalan dengan penuh percaya diri dari Jalan Ahmad Yani, dekat Jalan Seribu Dahan ke arah Bundaran Habaring Hurung.

Bacaan Lainnya

”Setelah Isya, kami menerima laporan pengaduan warga yang menemukan pria berumur sekitar 35 tahun berjalan telanjang. Diduga orang ini mengalami gangguan kejiwaan,” kata Sugeng Riyanto, Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kotim.

Pria tersebut ternyata sudah lama bermalam di rumah betang yang minim penerangan. Tepatnya dekat videotron Bundaran Habaring Hurung. Satpol PP Kotim langsung bergerak mengamankan pria yang belum diketahui identitasnya tersebut, kemudian membawanya ke RSUD dr Murjani Sampit.

Baca Juga :  Iklim Investasi di Kotim Bisa Semakin Sakit gara-gara Ini

”Saya sudah berkoordinasi dengan Dinsos dan dibawakan pakaian lengkap. Sekarang sudah dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kejiwaannya,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kotim Yunus mengatakan, pria tersebut diduga berasal dari Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

”Saat ditanya masih tidak begitu nyambung. Informasinya, dari yang kami dapat dia berasal dari Samuda, bernama Muhammad Husairi. Orangnya sudah dipasangkan baju dan sudah dirawat di RSUD dr Murjani Sampit. Untuk identitas lebih jelasnya akan berupaya kami cari tahu karena ini penting untuk pengklaiman perawatan selama di rumah sakit. Apabila tidak ada KTP dan Kartu BPJS Kesehatan, kami akan bantu uruskan pembuatannya, sehingga biaya perawatannya selama di rumah sakit bisa ditanggung pemerintah melalui BPJS Kesehatan,” ujarnya. (hgn/ign)



Pos terkait