Resah Terancam Jadi Pengangguran, Honorer Kotim Siapkan Mental

Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

Apabila nantinya seleksi dan dinyatakan gugur, dia mengaku tidak ada perencanaan mau bekerja apa lagi. Apalagi dia sudah menjadi honorer hampir enam tahun. ”Belum ada rencana kerja di mana. Kerja di luaran sekarang tidak bisa secepat maunya kita bisa dapat. Yang pasti, siapkan saja mental jadi pengangguran,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pilihan untuk menghapus honorer sangat berat baginya, termasuk memberhentikan 700 tenaga kontrak di lingkup Pemkab Kotim. Perintah untuk pemberhentian tenaga honorer ini bukanlah kebijakan daerah, tetapi keharusan dari pemerintah pusat. Apalagi ada sanksi bagi pemerintah daerah apabila masih ngotot mempertahankan. Karena itu, dia mengambil opsi terbaik dengan mengurangi jumlah tenaga kontrak yang totalnya sekitar 3.200 orang.

Bacaan Lainnya

”Ini pilihan paling sulit sebenarnya. Apa yang tekon rasakan bisa saya rasakan. Saya akan tetap berada di barisan para tekon untuk memperjuangkannya. Yakin saja!” kata orang nomor satu di Kotim ini.

Baca Juga :  WADUH!!! Puluhan Ribu Vaksin di Kotim Terancam Mubazir

Halikinnor menegaskan, dia berjuang tidak hanya sebatas ucapan, tetapi melalui upaya menghadapi pemerintah pusat untuk menyampaikan kondisi daerah apabila tenaga kontrak dihapus secara total. Pelayanan publik daerah akan jadi korban apabila ribuan honorer diberhentikan nantinya.

Pelaksana harian (Plh) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim Kamaruddin Makkalepu sebelumnya mengatakan, pelaksanaan seleksi tertulis terhadap tenaga kontrak akan segera dilaksanakan.

Pihak terkait telah melakukan cek lokasi yang rencananya akan menjadi tempat pelaksanaan tes tertulis evaluasi tekon, yang berlokasi di tenis indoor Stadion 29 November Sampit. Sementara itu terkait dengan peserta belum disebutkan jumlah pastinya.

Pos terkait