Sertifikat Tanah Bermasalah Picu Sengketa, Gugat Tiga Instansi Sekaligus

Ilustrasi sengketa lahan
Ilustrasi. (net)

PALANGKA RAYASengketa lahan di Kota Palangka Raya seolah tak berujung. Masalah yang sama kembali terjadi. Kali ini menimpa Aya Rika dan sejumlah rekannya. Di atas lahan yang diklaim milik Aya, terbit sertifikat atas nama orang lain. Penerbitan dokumen pertanahan itu membuat Aya dan rekannya menggugat tiga instansi sekaligus.

Pengacara Aya Rika dan kawan-kawannya, Mahdianur, mengatakan, lahan bersengketa itu berada di Jalan Yos Sudarso ujung. Perkara perdata terkait tanah tersebut tengah berjalan di Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Bacaan Lainnya

Gugatan dilayangkan Aya Rika, Ernie, Harison Limin, dan Ana.  Untuk pihak tergugat, yakni Meisy Eva Faridha (orang yang disebut mengklaim lahan Aya dkk), Lurah Palangka, Camat Jekan Raya, dan BPN Kota Palangka Raya.

”Di samping upaya hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya yang saat ini sedang berjalan, para penggugat akan mengajukan upaya hukum lain, salah satunya mengajukan gugatan pembatalan sertifikat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palangka Raya,” ujar Mahdianur, Rabu (20/10).

Baca Juga :  Dituding Melawan Hukum soal Sengketa Tanah, BPN Kotim Jawab Begini

Mahdianur menuturkan, pihaknya masih menunggu respons terhadap surat banding administrasi. Namun, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendaftarkan gugatan pembatalan sertifikat ke PTUN. ”Kami meyakini para penggugat secara sah memiliki lahan yang disengketakan ini,” ujarnya.

Mahdianur menjelaskan, Aya Rika memiliki lahan di Jalan Yos Sudarso ujung seluas 10.000 meter persegi. Tanah itu merupakan pelimpahan dari Dagon S Barang melalui penyerahan sebidang tanah atas dasar jual-beli. Selanjutnya lahan tersebut dipecah dan sebagian dijual.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.