Simbol Suci Pura Sali Paseban Batu Dilecehkan, Umat Hindu Kaharingan Meradang

hindu kaharingan
MELAPOR: Umat Hindu Kaharingan beserta PDHI Kalteng melapor ke Polda Kalteng terkait pelecehan Pura Sali Paseban Batu di Tangkiling, Palangka Raya. (Istimewa)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com –  Umat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya meradang. Simbol suci di tempat ibadah Pura Sali Paseban Batu, Tangkiling, dilecehkan seorang perempuan. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu menaiki pura dan mendudukinya.

Padahal, pura tersebut merupakan wilayah sakral bagi umat Hindu Kaharingan.

Bacaan Lainnya
Gowes

Perilaku tak beradab yang diperlihatkan pelaku terekam dalam video dan foto yang tersebar luas. Perempuan itu menggunakan selendang kuning. Belum diketahui persis waktu pengambilan video dan gambar tersebut.

Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MDAHK) Kota Palangka Raya Parada LKDR menegaskan, pihaknya sangat keberatan dengan aksi oknum masyarakat tersebut. Kejadian itu telah dilaporkan kepada aparat kepolisian, baik Polda Kalteng maupun Polresta Palangka Raya.

”Itu sudah sangat menghina. Sebagai umat Hindu Kaharingan merasa dilecehkan. Tempat ritual kami dilecehkan oknum masyarakat tersebut,” katanya, Senin (5/6/2023).

Parada menegaskan, tempat yang diduduki pelaku merupakan lokasi persembahyangan di Pura Integrasi, yakni pura penggabungan Kaharingan dengan Hindu. ”Itu simbol keagamaan dan tempat kami melakukan ritual dan tepat upacara. Tempat suci kami. Tempat suci itu dibuat seperti itu, sangat melecehkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Begal Payudara Berkeliaran di Pangkalan Bun Lagi

Parada berharap kasus itu segera diusut aparat kepolisian untuk meredam hal tak diinginkan. Pasalnya, sejumlah pemuda Hindu Kaharingan yang juga berang dengan perbuatan pelaku disebut sudah mulai bergerak.

”Pelecehan itu sudah diketahui dunia, bukan hanya Indonesia. Penganut Hindu di dunia prihatin atas hal tersebut. Mereka mengancam. Saya tegaskan, di lokasi itu tidak sembarang orang boleh masuk,” katanya.

Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) Kalteng Wayan Suata mengatakan, telah melakukan rapat bersama lembaga keagamaan, yakni Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan, Bimas Hindu Kemenag Kalteng, Rektor Institut Agama Hindu, Pemuda Hindu Indonesia, Kesatuan Mahasiswa Hindu Seluruh Indonesia, hingga tokoh masyarakat lain.

”Umat Hindu sangat prihatin dengan kejadian itu. Kami sudah melakukan musyawarah dan hal itu sudah dilaporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.



Pos terkait