Stunting di Mentaya Hilir Utara Turun Signifikan 

stunting
KESEHATAN: Pelayanan kesehatan di Posyandu Balita Desa Bagendang Permai Kecamatan MHU, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Berbagai upaya yang dilakukan Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam menurunkan angka stunting membuahkan hasil. Angka stunting di sana menjadi yang terendah di Kotim.

“Angka stunting di Kecamatan Mentaya Hilir Utara menurun signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Saat ini  Mentaya Hilir Utara menjadi wilayah dengan kasus stunting terendah di Kotim. Semoga kami dapat terus menekan angka kasus stunting di wilayah ini,” Camat Mentaya Hilir Utara Muslih.

Bacaan Lainnya
Gowes

Disampaikannya, ada berbagai upaya yang dilakukan pihaknya dalam menurunkan angka stunting, antara lain melalui Inovasi Butik Anting atau ibu-ibu cantik atasi stunting.

“Dengan peran ibu-ibu TP-PKK dan kader posyandu, sudah terbukti mampu menurunkan angka stunting di Desa Bagendang Permai,” tuturnya.

Upaya lainnya melalui inovasi produk lokal UMKM di Desa Bagendang Tengah dalam penurunan angka stunting. Kemudian penyuluhan setiap bulan pada kegiatan posyandu. “Penyuluhan merupakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terutama ibu-ibu yang membawa balitanya ke posyandu,” terangnya.

Baca Juga :  Buka Wawasan Para Pelajar, SDS Tunas Agro Study Tour ke Radar Sampit

Selain itu, juga dilakukan pemulihan setiap hari selama 3 bulan atau 90 hari kepada balita. Dilakukan juga pemantauan, pengukuran, dan penimbangan setiap bulan di posyandu.

Di samping itu, skrining balita potensi masalah terhadap balita terdeteksi stunting juga rutin dilakukan dalam upaya menurunkan angka kasus stunting.

Muslih menyebut, upaya tersebut selalu melibatkan stakeholder terkait seperti puskesmas, petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) selaku pengawas, dan penyuluh kesehatan yang selalu dilakukan setiap bulannya.

Angka stunting di Mentaya Hilir Utara tahun 2021 lalu cukup tinggi jika dibandingkan kecamatan lainnya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Mentaya Hilir Utara menjadi kecamatan dengan angka stunting tertinggi, tercatat ada 37 kasus. Lalu Kecamatan Pulau Hanaut 34 kasus dan Baamang 30 kasus.  Kecamatan Mentaya Hilir Selatan saat itu menjadi kecamatan dengan angka stunting terendah.



Pos terkait