Tahun 2025 Kotim Ditarget Bebas Blankspot

Kepala Diskominfo Kotim Marjuki
Kepala Diskominfo Kotim Marjuki

SAMPIT, radarsampit.com – Puluhan desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih lemah sinyal. Bahkan, sejumlah desa tidak ada sinyal sama sekali atau blank spot. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim berharap tahun 2025 mendatang kabupaten ini bebas dari blankspot.

Kepala Diskominfo Kotim Marjuki mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengusulkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi di 35 titik untuk peningkatan jangkauan internet hingga pelosok Kotim.

Bacaan Lainnya

Diharapkan dengan pembangunan 35 BTS tersebut, pada 2025 nanti Kotim bebas dari wilayah yang blank spot dan lemah sinyal.

”Kita berharap secara bertahap pembangunan BTS di tahun 2024 ini bisa selesai. Saya rasa di 2025 pun sudah bisa dikatakan bebas blankspot,” ujarnya.

Berdasarkan data Diskominfo, dari 185 kelurahan dan desa di Kotim ada wilayah yang sinyalnya kuat, sinyal lemah, dan blank spot atau tidak ada sinyal. Wilayah yang sinyal kuat ada di 123 lokasi (kelurahan/desa), sinyal lemah 53 lokasi, dan tidak ada sinyal sebanyak 9 lokasi.

Baca Juga :  Dikunjungi Komisi I DPRD Belitung, Diskominfo Kotim Berbagi Pengalaman Komunikasi Publik

”Sembilan desa yang tidak ada sinyal itu berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kotabesi, Telawang, dan Kecamatan Tualan Hulu,” katanya.

Sembilan desa yang hingga saat ini tidak ada sinyal, yakni Soren, Simpur, Rasau Tumbuh di Kecamatan Kotabesi. Desa Biru Maju dan Tanah Putih di Kecamatan Telawang. Desa Luwuk Sampun, Tumbang Mujam, Merah, dan Desa Sebungsu di Kecamatan Tualan Hulu.

Dari segi teknologi, desa yang di wilayah blank spot masih tertinggal jauh dibanding yang sudah terjangkau jaringan seluler. Bahkan, ketika kebanyakan pemerintah desa sudah memiliki website, pemerintah desa yang lemah sinyal maupun yang blank spot harus berjuang mencari lokasi yang terjangkau sinyal seluler hanya untuk mengirimkan laporan kepada pihak kecamatan. Lokasi yang terjangkau sinyal seluler biasanya berada di daerah perbukitan yang jauh dari pusat desa. (yn/ign)



Pos terkait