PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Belasan ribu jiwa di 11 desa dan 8 kelurahan terdampak banjir besar yang melanda Kecamatan Kotawaringin Lama, Kecamatan Arut Selatan, dan Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Informasi yang dihimpun menyebutkan sudah ada beberapa lokasi pengungsian yang disiapkan untuk korban banjir di Kelurahan Baru, yaitu di Balai Bahaum RT 16, Posyandu Berunai RT 06, Gedung PKK RT 10 dan di Kantor Kelurahan Baru.
Selain di Kelurahan Baru, posko pengungsian juga telah didirikan di Desa Kumpai Batu Atas (KBA) untuk menampung warga terdampak banjir di Desa Kumpai Batu Bawah (KBB). Sementara ini ada 6 Kepala Keluarga yang sudah diungsikan oleh pemerintah desa setempat dan Balakar Manggala Yudha.
Mereka yang diungsikan adalah para lansia dan warga yang dalam kondisi sakit, pengungsi diangkut dengan menggunakan kendaraan roda tiga, yang terdapat bak dibelakangnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Martogi Sialagan mengatakan, untuk Kecamatan Kotawaringin Lama ada 2 kelurahan dan 3 desa terdampak banjir, yaitu Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kotawaringin Hulu, Desa Rungun, Desa Kondang dan Desa Lalang.
“Untuk Kotawaringin Lama jumlah total yang terdampak di 2 kelurahan dan 3 desa itu sebanyak 1028 KK dan 3827 jiwa,” ungkapnya, Sabtu (15/10).
Kemudian, untuk Kecamatan Arut Selatan ada sebanyak 7 desa dan 6 kelurahan yang dilanda banjir, yaitu Desa Kumpai Batu Bawah, Desa Tanjung Terantang, Desa Runtu, Desa Sulung, Desa Kenambui, Desa Rangda dan Desa Umpang.
Sementara untuk kelurahan di Kecamatan Arsel banjir melanda di Kelurahan Raja, Kelurahan Raja Seberang, Kelurahan Mendawai, Kelurahan Mendawai Seberang, Kelurahan Sidorejo, dan Kelurahan Baru, dengan jumlah kepala keluarga terdampak sebanyak 2942 KK terdiri dari 8792 jiwa.
“Untuk Kecamatan Arut Utara berdasarkan Informasi banjir menggenangi permukiman warga di Desa Nanga Mua dengan jumlah Kepala Keluarga terdampak sebanyak 20 KK,” bebernya.
Personel Balakar Manggala Yudha Ikhsan menyampaikan bahwa jumlah pengungsi di Desa Kumpai Batu Bawah diperkirakan akan terus bertambah mengingat ketinggian air terus meningkat. Saat ini sudah ada 18 jiwa yang berada di pengungsian Desa Kumpai Batu Bawah.
“Sementara untuk ketinggian air yang masuk ke rumah warga bervariatif antara 30 centimeter sampai 50 centimeter, dan hampir seluruh rumah di KBB sudah terdampak banjir,” imbuhnya.
Pantauan di Kelurahan Raja Seberang, Tinggi Muka Air (TMA) dihitung dari atas permukaan tanah di tepi Sungai Arut sudah berkisar hampir 3 meter. Dan ketinggian air yang masuk ke rumah warga bervariatif antara 50 centimeter dan di rumah yang berada di tepi sungai sudah ada yang terendam hingga di atas 1 meter.
Menurut warga setempat, banjir kali ini merupakan banjir terburuk dalam 15 tahun terakhir, karena banjir besar sebelumnya yang terjadi setahun silam, ketinggian air tidak mencapai jembata Titian Mak Jambek di tepi Sungai Arut. Namun kali ini ada beberapa titik yang sudah tergenang.
“Dalam 15 tahun terakhir ini banjir terparah, sebelumnya tidak sampai segini tinggi airnya, ini baru limpahan dari satu sungai di DAS Lamandau, bagaimana jadinya kalau hulu Sungai Arut di Kecamatan Aruta juga meningkat debitnya, tentu tambah parah,” tutup Wisnu.
Untuk diketahui, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat juga telah merendam sejumlah ruas jalan protokol di Kota Pangkalan Bun, seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Pangeran Antasari, dan Jalan Pra Kusuma Yudha.








