Begini Kelanjutan Penanganan Jalan Lingkar Selatan Sampit

Jalur Lingkar Selatan
RAPAT KOORDINASI: Rapat koordinasi membahas penanganan kerusakan jalan di jalur lingkar selatan yang dihadiri perwakilan dari pengusaha transportir di aula pertemuan Kantor Dishub Kotim, Rabu (7/7).

SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengundang puluhan transportir yang kerap melintasi Jalan Moh Hatta atau Jalur Lingkar Selatan Kota Sampit. Dari 30 transportir, hanya 13 transportir yang hadir memenuhi undangan rapat koordinasi membahas penanganan kerusakan Jalan Moh Hatta.

“Saya mengundang para transportir CPO dan karnel di Kotim karena mereka merupakan salah satu pengguna Jalan Lingkar Selatan, sehingga Pemkab Kotim perlu adanya kerjasama dengan pengusaha transportir untuk bekerjasama menangani perbaikan Jalan Lingkar Selatan agar dapat fungsional dan aman untuk dilewati,” kata  Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Kotim Siagano, Rabu (7/7).

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah bersinergi dengan Pemkab Kotim dengan membantu sebanyak 250 kubik agregat kelas b. Namun, bantuan tersebut belum cukup untuk menangani jalan rusak lingkar selatan.

”Upaya gotong royong dengan membantu menyediakan material agregat kelas b ini diharapkan bisa memberi solusi jangka pendek agar Jalan Lingkar Selatan tetap bisa dilalui dengan aman sehingga kendaraan angkutan berat tidak lagi melewati jalan dalam kota,” ujarnya.

Baca Juga :  Sopir Mulai ”Bergerak” Perbaiki Jalan Lingkar Selatan

Diskusi bersama berbagai pengusaha transportir itu dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari Surat Bupati Kotim  Nomor  500/127/EK/IV/2021 tanggal 8 April 2021 Perihal pengalihan angkutan muatan melebihi beban jalan dalam Kota Sampit, dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pengalihan rute lintasan angkutan barang.

”Jalan Lingkar Selatan memang menjadi kewenangan Provinsi Kalteng, maka sambil menunggu upaya perbaikan dari Pemprov Kalteng, kami perlu ada mencari solusi jangka pendek agar Lingkar Selatan yang kondisinya saat ini rusak parah pada titik tertentu dapat diperbaiki dengan penimbunan agregat kelas B,” katanya.

Usulan tersebut direspons baik oleh para transportir. Perwakilan pengusaha transportir yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut siap membantu.

“Mereka menyatakan siap membantu untuk melakukan pemeliharaan perbaikan jalan. Kami pun berharap perbaikan itu dilakukan secara bertahap tidak langsung menyerahkan material banyak. Namun, ditangani setiap ada titik jalan rusak segera dibantu ditimbun sebelum terjadi kerusakan jalan yang lebih parah,” kata Siagano.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *