Begini Kerasnya Perjuangan Siswa Mengejar Matahari di Ujung Utara Kobar

Terjang Banjir dan Lumpur Menuju Sekolah

perkembangan pendidikan anak-anak di Kecamatan Arut Utara
TERPAKSA: Siswa SMPN 2 Aruta menerjang kubangan lumpur dan air menuju sekolah mereka, belum lama ini. (IST/RADAR SAMPIT)

Rusaknya jalan tersebut sangat ironis, mengingat kawasan itu dikepung perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit dan tambang. Para investor tersebut terus mengeruk keuntungan dan membiarkan belasan kubangan sedalam 40 sentimeter dibiarkan menganga.

Para siswa berharap, pemerintah cepat menangani persoalan infrastruktur di wilayah itu, sehingga proses belajar mengajar tidak lagi terkendala. Apalagi Desa Sambi merupakan desa yang sarat sejarah pada masa merebut kemerdekaan, yakni titik mendaratnya penerjun payung pertama oleh Tentara Nasional Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kepala Sekolah SMPN 2 Arut Utara Florenstinus Kusnarto mengatakan, jalan sepanjang 21 kilometer tersebut merupakan jalan pembangunan prasarana pendukung desa tertinggal (P3DT).

”Para siswa ini harus menempuh waktu selama dua jam sebelum sampai sekolah dengan kondisi infrastruktur yang buruk,” katanya.

Mengingat kondisi tersebut, pihak sekolah memberikan kelonggaran dengan tidak menerapkan disiplin ketat seperti sekolah lain pada umumnya. (***/ign)

Baca Juga :  TRAGIS!!! Habis Nonton Hiburan, Karyawati Ditemukan Tewas Tergantung

Pos terkait