Buka 24 Jam, Indrasari Jadi Pasar Induk di Kotawaringin Barat

pasar indra sari
Pasar Indra Sari Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Pasar Tradisional Indrasari di kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), saat ini berubah statusnya menjadi pasar induk yang beroperasi 24 jam setiap harinya.

Semula pasar yang menyediakan kebutuhan sehari-hari ini hanya beroperasi selama delapan jam per hari. Pasar Induk Indrasari terbagi dalam beberapa blok, yang masing-masing blok pedagangnya berjualan bermacam dagangan, dari sayur mayur, daging ayam, telur, daging sapi, serta kebutuhan pokok lainnya dan ada blok yang khusus untuk konveksi (pakaian).

Bacaan Lainnya

Kepala Disperindagkop dan UKM Kobar Alfan Khusnaini mengatakan, Pasar Indrasari Pangkalan Bun telah berubah fungsi menjadi pasar induk yang buka 24 jam per hari.

“Pasar Indrasari ini kita berpikir hanya buka dari jam 07.00 pagi sampai jam 16.00 WIB. Saat ini sudah 24 jam,” ujarnya.

Baca Juga :  Buat Orderan Fiktif, Karyawan Toko Bangunan Dipolisikan

Operasional Pasar Indrasari pada malam hari belum terkoordinasi dengan baik, lantaran terkendala regulasi. Untuk itu Disperindagkop UKM dan Pasar berupaya meningkatkan pelayanan dengan membentuk unit pelaksana teknis dinas (UPTD) agar pengelolaannya dapat lebih fokus.

Alfan Khusnaini menambahkan, dalam rapat kerja antara legislatif dan eksekutif sudah dibahas bagaimana sinkroniasi berkenaan dengan kegiatan dan arah pengembangan pasar tradisional kedepan.

“Jadi, bagaimana kita bisa bisa lebih memajukan teman-teman pedagang, khususnya di pasar tradisional. Karena memang banyak kendala yang kita hadapi khususnya dalam infrastruktur,” ungkapnya.

Dari sisi pembiayaan, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada DPRD Kobar bahwa pihaknya perlu dukungan dalam mengelola pasar dan peningkatan infrastruktur.

“Kita juga perlu dukungan pemeliharaan. Kalau pasar ini kumuh,  masyarakat enggan ke pasar. Karena tidak adanya anggaran untuk pemeliharaan, sehingga pasar kita masih terlihat kumuh,” pungkasnya. (tyo/yit)

 



Pos terkait