Cinta Kemerdekaan

catatan tono triyanto
Tono Triyanto

Oleh: Tono Triyanto

RadarSampit.com – PERAYAAN HUT ke-77 RI di Kota Sampit tahun ini serasa lebih spesial. Dua tahun vakum dari keramaian, sejak Covid -19 melanda, tahun ini kemeriahan itu benar-benar nyata.

Bacaan Lainnya

Di sepanjang jalan protokol, jalan-jalan di perumahan, hingga gang-gang kecil, pernak-pernik kemerdekaan seperti bendera, lampu hias, umbul-umbul berjejer rapi terpasang.

Suasana keramaian seperti ini sama persis sebelum covid  merebak. Jauh berbeda ketika kita masih disibukkan dengan penanganan Covid-19.

Memasuki pengujung Juli 2022, gerakan menghias kompleks perumahan sudah tampak. Demi menggeliatkan gerakan gotong royong dan menghias perkampungan, Lurah Mentawa Baru Hilir memberikan bantuan berupa alat pemotong rumput. Syaratnya sederhana, tapi mengena.

Bantuan alat pemotong rumput akan diberikan jika warga perumahan—dikoordinir ketua RT setempat—melaksanakan gotong royong. Gayung bersambut; warga di masing-masing RT aktif melaksanakan gotong royong.

Alat pemotong pun diserahkan langsung Lurah Mentawa Baru Hilir Rita Purwanto kepada masing-masing ketua RT di wilayahnya saat melaksanakan kegiatan gotong royong.

Warga gembira. Pekerjaan bisa cepat selesai. Tidak perlu lagi harus memotong rumput di tepi jalan menggunakan parang.

Gerakan gotong royong menghias kompleks perumahan dan perkantoran juga menjadi keinginan khusus Bupati Kotim H Halikinnor dalam perayaan HUT ke-77 RI tahun ini. Lewat surat edarannya, warga diwajibkan memasang bendera merah putih di depan rumahnya. Ketua RT wajib mengoordinir warganya untuk menghias permukimannya dengan memasang bendera dan umbul-umbul.

Pelaku UMKM juga ikut diwajibkan menghias tempat usahanya. Tidak terkecuali perkantoran pemeritahan, swasta hingga lembaga pendidikan dan pelaku usaha.

Halikin menginginkan tahun ini tidak hanya sekadar merayakan Kemerdekaan Indonesia secara seremonial, tapi ada dampak positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur. Semangat gotong royong dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa lebih mendalam.

Bupati dengan latar belakang birokrat ini punya alasan sendiri menggeliatkan gotong royong dalam merayakan Kemerdekaan Indonesia. Dalam pantauannya, masih ada kawasan perumahan yang belum “berhias”. Sedikit miris. Warga setempat mengaku kesulitan pendanaan untuk  membeli bendera dan umbul-umbul.

Masih menurut Bupati. Ada juga, kawasan perumahan yang sudah memiliki umbul-umbul dan bendera, tapi belum juga terpasang. Penyebabnya, gerakan kebersamaan masyarakat setempat yang ternyata masih rendah.

Lewat gerakan pembagian satu juta bendera yang dilaksanakan pekan tadi, bupati menginginkan tidak ada alasan lagi bagi Ketua RT untuk tidak menghias kawasan permukimannnya. Lurah hingga Camat harus bisa berkomunikasi dengan ketua RT agar seluruh kampung “berhias”.

Tidak ada lagi masyarakat yang tidak memasang bendera di depan rumahnya. Tidak ada lagi perkampungan yang masih sepi dari pernak-pernik kemerdekaan. Semuanya harus semarak. Jika para pejuang dulu berjuang dengan mengangkat senjata dan mempertaruhkan nyawanya, maka sekarang kita cukup dengan mencintai NKRI dengan menjaganya agar tidak terpecah belah. Menerapkan semangat gotong royong bisa dimulai dari lingkungan terkecil, keluarga dan tempat tinggal. (***)

Pos terkait