Diserbu Emak-Emak, Tak Sampai Dua Jam, Pangan Subsidi Ludes Terjual

pasar murah
PASAR MURAH: Pasar Murah yang diadakan Pemkab Kotim bekerja sama dengan Bank Indonesia Wilayah Kalteng di Pasar Eks Teater Mentaya Sampit, ludes diserbu pembeli, Selasa (30/8). Kegiatan itu sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi. (HENY/RADAR SAMPIT)

Manager Fungsi Perumusan Kebijakan Ekonomi Keuangan Daerah Bank Indonesia Wilayah Kalteng Suwarha mengatakan, pasar murah di Kotim merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan Bank Indonesia Kalteng. Sebelumnya, BI Kalteng telah menggelar Pasar Murah pada 15-20 Agustus 2022 di Kota Palangka Raya yang dipusatkan di Aula Basarah.

Dari 14 kabupaten/kota Se-Kalteng, hanya ada dua daerah yang digelar kegiatan pasar murah, yakni Kotim dan Kota Palangka Raya. Pasalnya, dua daerah itu dilakukan survei secara rutin oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait tingkat inflasi.

Bacaan Lainnya

Suwarha mengatakan, pasar murah diadakan sebagai bagian dari program pemerintah pusat yakni Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan  Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang di dalamnya melibatkan sejumlah instansi terutama Disperdagin dan Dinas Pertanian.

”Kami mengajak masyarakat menanam cabai menggunakan polibek dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya. Kami juga sudah membagikan 2.000 tanaman cabai untuk kelompok wanita tani di Kota Palangka Raya dan ini juga dilombakan. Siapa saja petani yang sukses merawat dan menghasilkan panenan terbanyak dari tanaman cabai yang kami bagikan akan mendapatkan penghargaan. Biasanya masa panen cabai itu per tiga bulan, maka hasilnya akan diumumkan pada November 2022,” tandasnya. (hgn/ign)

Baca Juga :  Bisnis Prostitusi Menggeliat Lagi, Akibat Lama Tak Diawasi

Pos terkait