Gali Potensi Inovasi Desa di Kotim melalui Lomba TTG 

lomba inovasi ttg
INOVASI: Bupati Kotim Halikinnor saat melihat inovasi yang dibuat peserta dalam lomba TTG, baru-baru tadi. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) menggelar lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) pekan lalu. Diharapkan potensi masyarakat desa bisa digali melalui lomba TTG.

“Melalui lomba TTG muncul inovasi-inovasi teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat, dan juga mampu menghasilkan teknologi yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bupati Kotim Halikinnor.

Bacaan Lainnya

Disampaikannya, lomba TTG merupakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat, serta tidak merusak lingkungan, dan dapat menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi. Oleh karena itu, lomba inovasi TTG dimaksudkan untuk menjaring teknologi yang ada sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Hadirnya teknologi di desa, secara tidak langsung meningkatkan kemampuan memproduksi, memberikan nilai tambah pada komoditas lokal, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tidak hanya itu saja, teknologi menciptakan kelompok-kelompok usaha mandiri yang berkemampuan dalam mendorong kegiatan ekonomi produktif,” ungkapnya.

Baca Juga :  Percepat Vaksinasi untuk Para Pengajar

Lomba TTG dilaksanakan dengan tujuan memberikan seluas-luasnya kepada masyarakat melalui kelurahan-kelurahan dalam menggali potensi-potensi masyarakat melalui pemberdayaan sehingga masyarakat bisa berekreasi, berinovasi dan dari hasil lomba TTG ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat juga. Adapun pesertanya bisa individu maupun tim dari sekolah, lembaga pendidikan, dan sebagainya.

“Saya sangat berharap lomba Inovasi ini menjadi media terbuka masyarakat umum untuk berkreasi dan berinovasi di bidang Teknologi Tepat Guna,” ucapnya.

Halikinnor bahkan meminta camat dan kepala desa DI Kotim  untuk bisa mengaktifkan kembali posyantek (pos pelayanan teknologi) yang ada di kecamatan dan desa sehingga bisa selalu berinovasi menciptakan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui lomba cipta karya teknologi tepat guna dapat memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar SMA dan SMK agar bisa berinovasi melalui teknologi tepat guna dan mengoptimalkan sumber daya alam (SDA) guna meningkatkan ekonomi di pedesaan yang pada akhirnya dapat memasyarakatkan teknologi untuk menambah budaya wirausaha.



Pos terkait