Generasi Muda Diminta Terlibat Bangun Pertanian yang Maju, Modern, dan Mandiri 

Bupati Kotim
PETANI MUDA: Bupati Kotim Halikinnor saat menyapa petani muda Kotim pada kegiatan Hari Krida Pertanian, beberapa waktu lalu. (DOK.YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengajak masyarakat, khususnya kaum milenial agar ikut terlibat dalam membangun pertanian yang maju, modern, dan mandiri.

”Petani itu keren. Bertani itu hebat. Jadi, mari kita tingkatkan usaha pertanian kita yang sudah ada saat ini,” kata Halikinnor.

Bacaan Lainnya

Para petani dan kelompok petani merupakan motor penggerak semangat pertanian di Kotim, sehingga dia ingin apa yang telah dilakukan jangan sampai berhenti di tengah jalan.

”Jaga ini. Para petani harus hebat di lapangan, karena bertani dan mengurus pertanian bukan hanya profesi namun lebih dari itu,” ujarnya.

Dengan bertani yang baik dan menghasilkan produksi yang maksimal, lanjutnya, berarti telah membantu menyediakan kebutuhan pangan bagi ratusan ribu jiwa masyarakat Kotim.

Halikinnor menambahkan, Kotim dengan penduduk terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng), yaitu kurang lebih 432.283 orang menurut angka sementara BPS Sampit tahun 2021, merupakan potensi sumber daya manusia (SDM) sebagai tenaga kerja di bidang pertanian yang cukup besar bagi upaya peningkatan luas lahan dan luas tanam.

Baca Juga :  Anggarkan Rp363 Juta Bangun Pagar, Mal Pelayanan Publik Kotim Dilengkapi Lift Senilai Rp1 Miliar

”SDM pertanian yang cukup besar ini, apabila dimanfaatkan secara maksimal ditopang penerapan teknologi inovasi dan mekanisasi, maka produksi pertanian akan optimal, sehingga mimpi swasembada pangan akan menjadi kenyataan,” katanya.

Oleh karena itu, dia mengajak para petani maupun kelompok tani dan para pelaku usaha tani serta masyarakat tani di Kotim, untuk membangun rasa optimisme sektor pertanian yang menjadi hal penting untuk masyarakat, agar pertanian tidak berhenti berproduksi dalam tantangan dan situasi apa pun.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang telah melanda daerah tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga sosial dan ekonomi masyarakat Kotim. Dimensi sosial dan ekonomi masyarakat turut bersinggungan dengan ketahanan pangan. Untuk itu, peningkatan produksi pertanian merupakan suatu hal wajib dalam menghadapi tatanan kehidupan baru khususnya di daerah ini.

Pos terkait