GPPI Kotim Tegaskan Siap Bantu Perbaikan Lingkar Selatan

perbaikan jalan lingkar selatan sampit,patungan perbaikan jalan lingkar selatan,perkebunan sawit,sampit,sawit,kelapa sawit,kebun sawit
Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotim Siswanto

SAMPIT, radarsampit.com – Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk membantu perbaikan Jalan Mohammad Hatta, jalur lingkar selatan Kota Sampit. Hal itu sebagai wujud keseriusan perusahaan perkebunan untuk membantu pembangunan daerah.

Ketua GPPI Kotim Siswanto mengatakan, komitmen membantu perbaikan jalan lingkar selatan telah disepakati bersama. Seluruh perusahaan yang tergabung dalam GPPI Kotim berupaya memenuhi komitmen memberikan bantuan tersebut.

Bacaan Lainnya

”GPPI Kotim siap bermitra dengan pemerintah daerah, sehingga diharapkan adanya isu yang menyatakan bahwa GPPI tidak mendukung pemerintah tidaklah benar. GPPI juga siap berkomitmen bersama memajukan daerah, baik itu di wilayah Kotawaringin Timur maupun Kalimantan Tengah pada umumnya,” ujar Siswanto, Jumat (2/9).

Siswanto menanggapi sorotan terkait adanya sebagian perusahaan perkebunan kelapa sawit yang belum menyetor dana bantuan perbaikan jalur lingkar selatan.  Menurutnya, itu hanya sebagian kecil.

Baca Juga :  Lagi Asyik Angkut Sawit Curian ke Pikap, Maling Ini Kepergok

”Dari 55 perusahaan perkebunan sawit, sebagian besar sudah menyetor bantuan untuk sumbangan dana perbaikan jalan. Sisanya 15 persen uang belum setor dan perusahaan akan menepati janji menyetor bantuan tersebut,” tegasnya.

Dikatakannya, GPPI Kotim terus mendorong seluruh perusahaan yang tergabung dalam organisasi yang dipimpinnya untuk segera melaksanakan komitmen yang telah disetujui bersama terkait penanganan jalur lingkar selatan Kota Sampit.

Sesuai kesepakatan, perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kotim, Seruyan, dan Katingan diminta melakukan konsorsium sebesar 75 persen dari biaya penanganan jalan tersebut, yakni sekitar Rp 3 miliar dari total sekitar Rp 4,7 miliar kebutuhan biaya perbaikan.

Pos terkait