Hujan Dua Hari Belum Mampu Padamkan Karhutla di Kobar

karhutla kobar
KEBAKARAN: Asap tebal masih keluar dari lokasi Karhutla di Desa Bakau, Keraya dan Sebuai, Senin (18/9/2023). (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam dua hari terakhir belum mampu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di pesisir Kecamatan Kumai yang terjadi sejak sepekan terakhir. Padahal hujan terjadi dalam durasi yang terbilang cukup lama. Material gambut  yang terbakar begitu dalam diduga menjadi penyebab sulitnya api padam. Kendati demikian api karhutla di wilayah perkotaan hingga saat ini seluruhnya sudah padam oleh hujan.

Selain di pesisir Kumai, api karhutla di Desa Sungai Bedaun serta di Sungai Perlu Kabupaten Seruyan yang mengarah ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) juga masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Bacaan Lainnya
Gowes

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Martogi Sialagan mengatakan, untuk kebakaran di pesisir Kecamatan Kumai yang melanda tiga desa yaitu di Sungai Bakau, Keraya dan Sebuai masih mengeluarkan asap tebal.

Baca Juga :  Pemkot Palangkaraya Terus Tingkatkan Kesejahteraan Guru Demi Peningkatan Mutu Pendidikan 

“Lokasi kebakaran merupakan gambut dalam sehingga sulit dipadamkan, meski sudah diguyur hujan, sampai saat ini asap tebal masih keluar terus,” ungkapnya, Senin (18/9).

Secara pasti luasan lahan dan hutan yang terbakar di tiga desa tersebut belum diketahui, karena tim gabungan masih melakukan penanganan. Sulitnya sumber air dan arah angin kencang sangat menyulitkan tim saat penanganan.

Mengingat akses yang jauh dari keberadaan water suplai, mereka membuat penampungan air di dekat lokasi karhutla, air dialirkan dari water suplai milik BPBD. “Berbagai cara dilakukan dalam penanganan, termasuk membuat penampungan sumber air di dekat lokasi karhutla,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bila hujan terus turun beberapa hari ke depan dapat meminimalisir api kembali nyalan dan meluas, namun bila kondisi cuaca panas maka dikhawatirkan api kembali hidup dan penanganan akan semakin sulit karena titik api semakin jauh.

“Untuk luasan lahan yang terbakar masih dalam perhitungan dan belum bisa dipastikan, semoga hujan terus turun dan api dapat padam total,” pungkasnya. (tyo/yit)

 



Pos terkait