Kehilangan Ayah, Ibu, dan Adik, Korban Selamat Masih Ditangani Intensif

Kecelakaan Tragis Renggut Satu Keluarga di Parenggean

kecelakaan parenggean
DIRUJUK: Wakil Bupati Kotim Irawati menjenguk korban kecelakaan lalu lintas di IGD RSUD dr Murjani Sampit yang dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus, Senin (20/5/2024). (HENY/RADAR SAMPIT)

Kecelakaan maut yang menelan korban jiwa di jalan poros Parenggean, Desa Bajarau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotim, menyisakan luka mendalam bagi korban selamat. Selain cedera parah, psikologis korban yang masih anak-anak diduga trauma berat.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Jerit tangis bocah perempuan kian nyaring ketika tubuhnya dipindah dari kasur IGD ke kasur dorong menuju ambulans. Antara menahan sakit pada kaki sebelah kiri yang patah, hingga ditinggalkan keluarga tersayang harus ditanggung bocah yang masih berusia enam tahun ini.

Kedua orang tuanya, Johanes Marter Sembiring (34) dan Rini Sunasti (30), serta adiknya yang masih berusia satu tahun tewas kecelakaan Minggu (19/5/2024) lalu, di Jalan Poros Desa Bajarau. Bocah perempuan itu menjadi korban satu-satunya yang selamat.

Wakil Bupati Kotim Irawati saat menyempatkan menjenguk korban di IGD RSUD dr Murjani Sampit ikut prihatin dengan kejadian tersebut.

”Turut berbela sungkawa dan bersedih atas kejadian di Jalan Poros Bajarau Kecamatan Parenggean yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis dan hanya satu korban yang selamat dengan kondisi sangat memperihatinkan,” kata Irawati, Senin (20/5/2024).

Baca Juga :  Lagi Sibuk Maling Sawit, Kepergok Penjaga Kebun

Dari informasi yang diketahuinya, korban tidak memiliki keluarga di Kotim. ”Dari informasi tetangga korban, keluarga korban sudah dihubungi dan saat ini menuju Palangka Raya,” katanya.

Jenazah ayah, ibu, dan adik bocah tersebut telah dibawa ke Palangka Raya. ”Insya Allah jam tiga sore ini akan dibawa menggunakan pesawat dari Palangka Raya transit ke Jakarta dan kemudian ke Medan untuk dimakamkan di sana. Diketahui korban ini mualaf,” kata Irawati.

Irawati mengatakan, ayah korban masih aktif bekerja sebagai karyawan di PT Sinar Citra Cemerlang (SCC). Karena itu, dia berharap pihak perusahaan membantu anak korban yang masih sangat memerlukan penanganan medis.

”Saya berharap pihak perusahaan agar membantu pendampingan dalam penanganan medisnya sampai benar-benar sembuh. Saya melihat, anak ini mengalami trauma berat dan yang paling tragis anak sekecil ini harus merasakan kehilangan keluarga tersayang yaitu ibu, ayah dan adiknya yang meninggal dalam kejadian kecelakaan itu. Kita melihat anak ini selalu memanggil-manggil kedua orang tua beserta adiknya,” ujar Irawati.



Pos terkait