Kerugian Lebih Besar, Warga Desak Perbaikan Jalan Korban Renovasi Gerbang

DITINGKATKAN: Gerbang Sahati di Jalan Tjilik Riwut, depan Stadion 29 November Sampit direnovasi.

SAMPIT – Kerugian yang ditimbulkan akibat pengalihan rute jalan, imbas dari renovasi Gerbang Sahati, dinilai jauh lebih besar dibandingkan nilai proyek yang dikerjakan. Penutupan ruas jalan lintas provinsi itu dinilai tak melalui kajian matang, sehingga publik justru lebih banyak dirugikan.

”Nilai pintu gebangnya hanya Rp 700 juta, sementara kerusakan yang ditimbulkan di Jalan Kenan Sandan lebih dari itu. Ini artinya ada perhitungan yang tidak cermat dan cenderung mengabaikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien,” kata  anggota DPRD Kotim Pardamean Gultom, Minggu (19/9).

Bacaan Lainnya

Gultom menyesalkan perencanaan dari Dinas PUPR membangun gerbang tersebut. Harusnya pengalihan rute sebelumnya tidak lantas membuat jalan yang sudah bagus, menjadi rusak parah.

”Sebelumnya Jalan Kenan Sandan masih mulus. Bagus dilewati. Sekarang, kondisinya sangat memprihatinkan. Bisa-bisa sepekan lagi berubah seperti jalan lingkar selatan,” kata Gultom.

Politikus Partai Nasdem ini mengaku tidak menyoal pembangunan gerbang tersebut. Namun, masalah pengalihan rute yang membuat masalah baru dan efek sosial yang lebih buruk.

”Dampak dari pembangunan gerbang itu yang sangat disayangkan. Merusak barang bagus yang ada dengan nilai aset jalan yang lebih besar. Artinya, SOPD teknis tidak memikirkan efek pengalihan itu sendiri,” ujarnya.

Warga yang kerap melintas di Jalan Kenan Sandan, Kifli, mengatakan, sejak adanya pengalihan rute, jalan itu rusak parah. ”Sebelumnya hanya ada tiga titik jalan yang sedikit berlubang. Tapi, sejak padat dilewati, jalan itu hampir rusak semua. Dari Desmon Ali sampai perempatan Hasan Mansyur, karena yang lewat bukan hanya kendaraan ringan, tetapi truk besar pun masuk,” ujar Kifli.

Warga lainnya, Anggi Anggara berharap ruas jalan itu diperbaiki pemerintah daerah. Setidaknya diaspal seperti sedia kala. ”Jangan ditinggal saat rusak-rusaknya begini. Harus diperbaiki lagi karena saya berdomisili di kawasan tersebut. Masa jalan yang bagus dirusak tanpa diperbaiki,” katanya.

Pemkab Kotim sebelumnya menghabiskan anggaran sebesar Rp 697 juta untuk perbaikan Gerbang Sahati. Agar perbaikan maksimal, ruas tersebut ditutup sementara pada 30 Agustus – 21 September 2021. Pengguna jalan diminta menggunakan jalur alternatif yang disediakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *