Peringatan Hari Pahlawan 10 November di Kotawaringin Timur tahun ini terasa berbeda. Jika biasanya upacara digelar di halaman kantor bupati, kali ini digelar di Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang. Perlu perjuangan berat untuk mencapai lokasi ini.
HENY PUSNITA, Sampit
“Ini tonggak sejarah pertama di Kotim, setahu saya mungkin sejak Indonesia merdeka, tidak pernah peringatan Hari Pahlawan dilaksanakan di Desa Tumbang Gagu,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu (10/11).
Halikinnor ingin menciptakan kenangan sejarah di lokasi yang bersejarah. Desa Tumbang Gagu terdapat Huma Betang yang sudah berusia ratusan tahun. Bangunan ini masih berdiri tegak dan tetap asli tanpa perubahan.
“Sejak saya menjadi pegawai negeri sipil sampai jadi sekda, lalu jadi bupati, saya menginjakkan kaki ini untuk pertama kalinya ke Desa Tumbang Gagu,” kata Halikinnor.
Untuk menghargai para pahlawan yang telah gugur, Pemkab Kotim memutuskan melaksanakan upacara secara sederhana dengan berlatar Huma Betang yang letaknya menghadap ke arah tepian Sungai Kalang.
“Ini sudah direncanakan sebulan yang lalu. Walaupun kegiatannya dilaksanakan upacara sederhana tapi dilaksanakan di tempat yang sangat bersejarah, tempat yang monumental, tempat yang menjadi kebanggaan Kotim, yakni di depan Huma Betang, Desa Tumbang Gagu,” ujarnya.
Dirinya mengajak seluruh camat dan kepala SOPD untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan di tempat yang tak biasa. Untuk menuju Desa Tumbang Gagu membutuhkan waktu 8-10 jam dengan jarak tempuh 272 kilometer. Perlu perjuangan untuk sampai ke Desa Tumbang Gagu. Melewati jalan laterit, licin, dan rusak, dengan kontur tanah yang naik turun seperti bukit dan di beberapa titik melewati jurang yang membuat perjalanan kian berat, terlebih ketika terjadi hujan.
Meski perjalanan itu begitu berat, sejumlah camat dan pejabat SOPD Kotim nampak hadir. Diantaranya, Kepala Dispora Kotim, Kepala Dishub Kotim, Plt Kepala Dinsos, Kepala Disdukcapil, Plt Kepala Dinkes Kotim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kotim, Plt Kepala Bappelitbangda Kotim, Kepala Diskop dan UKM Kotim, Kesbangpol, Kepala Dinas Pertanian, Kepala BKAD, Kepala Bappenda, Kepala Dinas Perikanan, Kabid Bina Marga, dan pejabat petinggi lainnya Wakil Bupati Kotim, Sekda Kotim, Ketua DPRD Kotim bersama Anggota DPRD, Komandan Kodim 1015, Kasat Shabara Polres Kotim, serta Kepala BPN Kotim.
Sementara itu, pejabat lainnya yang tak terlihat seperti Kepala DPKP, BPBD, dan sejumlah rombongan lainnya tak sampai ke lokasi karena ada yang terjebak di perjalanan. Sebagian pejabat lainnya ada yang hanya sampai Dusun Satarak, Jembatan Kalang. Tak dapat tembus ke Desa Tumbang Gagu.
“Saya apresiasi semua pejabat bersama rombangan yang bisa tembus sampai ke sini. Ada yang menggunakan mobil dan ada 40-an pejabat yang mengendarai trail. Walaupun dalam kondisi hujan dengan kegigihan dan perjuangannya mereka bisa sampai sini,” kata Halikinnor.
Selain melaksanakan upacara, Pemkab Kotim juga melaksanakan program vaksinasi Covid-19 yang difasilitasi Dinkes Kotim dengan melibatkan sembilan tenaga kesehatan dari Puskesmas Tumbang Kalang dan nakes dari Dinkes Kotim.
Pemkab Kotim menyediakan 145 dosis vaksin merk Astrazeneca untuk calon penerima vaksin tahap 1. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.
“Ada 110 yang sudah mendaftar. Namun yang hadir baru 90 orang. Kami masih mencari-cari calon penerima vaksin lainnya,” kata dr Amelia Sihotang yang merupakan satu-satunya dokter yang bertugas di Puskesmas Tumbang Kalang.
Di samping itu pula, Pemkab Kotim memberikan layanan administrasi kependudukan yang difasilitasi Disdukcapil Kotim sejak Selasa (9/11) pagi hingga beberapa hari kedepan.








