Motif Pembunuhan Ditutupi? Sudah Tujuh Tersangka, Polisi Sebut Masih Diselidiki

pembunuhan polisi
BARANG BUKTI: Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro Direktur Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal F Napitupulu, dan Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santoso memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan polisi. (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Motif utama pembunuhan terhadap anggota Polda Kalteng Aipda AW (38) jadi pertanyaan besar publik. Namun, aparat kepolisian sampai kemarin belum mengungkap hal tersebut. Padahal, sudah tujuh tersangka yang telah ditetapkan. Di sisi lain, informasi terkait jatah sabu yang melatari pembunuhan itu kian menguat.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro mengatakan, kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat kematian personel Polda Kalteng. Pihaknya juga masih menggelar penyelidikan dan menghimpun berbagai keterangan terkait penganiayaan berujung kematian korban itu.

Bacaan Lainnya

”Masih dalam lidik. Masih dikembangkan. Sudah ada tujuh pelaku berhasil ditangkap. Sisanya masih dalam pengejaran. Semoga dalam waktu dekat berhasil ditangkap dan mereka mempertanggungjawabkan tindak pidana tersebut,” kata perwira menengah Polri ini, Senin (5/12).

Para pelaku yang diringkus, di antaranya Suhaili alias Lili (52), Nopriansyah alias Tengkong (29), Baidi alias Japang (29), Adi alias Tikus (43), Muhammad Iqbal alias Bal Tumbal (27), dan Akhmad Laksa (36). Satu pelaku lainnya baru ditangkap, yakni Kasim, warga Jalan Rindang Banua.

Baca Juga :  Sempat Ayunkan Parang Ke Aparat, Tiga Garong Sawit Akhirnya Ditangkap

Eko mengatakan, pelaku yang diamankan dijerat Pasal 338 KUHP Jo 170 dan 351 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjuara. Untuk aktor utama pembunuhan tersebut, masih dalam buruan aparat.

”Masih ada beberapa yang dicari untuk ditangkap. Kami akan usut tuntas kasus yang terjadi. Maka itu, jika ada informasi dari masyarakat, silakan sampaikan untuk bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Informasi terpercaya yang diperoleh Radar Sampit, peristiwa itu berawal ketika korban mendatangi lokasi dan meminta jatah sabu di pos jaga yang khusus dibangun untuk kelancaran bisnis haram tersebut. Korban juga disebut-sebut menerima uang dari petugas jaga loket.

Pos terkait