Nasib Buruk Petani Sawit, Harga TBS Sentuh Rp 900

petani sawit lamandau
KIAN TERPURUK: Para petani kelapa sawit di Lamandau rapat membahas permasalahan anjloknya harga TBS dan membentuk kepengurusan Apkasindo Lamandau. (IST/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK, RadarSampit.com – Nasib petani kelapa sawit kian memburuk. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus anjlok dan meresahkan para petani sawit di Kabupaten Lamandau. Hal itu mendorong para petani sawit membentuk kepengurusan DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Lamandau, Jumat (24/6).

”Kami sepakat membentuk Apkasindo untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi para petani kelapa sawit di Lamandau, agar suara kami didengar dan ada solusi untuk permasalahan yang dialami,” ujar Mesriadi yang dipercaya menakhodai Apkasindo Lamandau periode 2022-2027.

Bacaan Lainnya

Dalam waktu dekat, yakni 27 Juni, pihaknya juga akan ke Palangka Raya mendatangi DPW Apkasindo Kalteng dan melakukan audiensi. Serta melaporkan kepengurusan Apkasindo Lamandau yang diketuai oleh Mesriadi, Wakil Ketua Artemon, Sekretaris Yuducun, dan Bendahara Gunawan.

”Kami juga menjadwalkan untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Lamandau. Kami harap para wakil rakyat bisa mendengar dan membantu kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Elpiji 3 Kg di Ibu Kota Kalteng Meroket

Beberapa hal yang akan disampaikan dalam RDP tersebut, di antaranya terkait permasalahan harga TBS yang turun drastis. Saat ini harganya sudah menyentuh titik terendah, yakni Rp 900 per kilogram di tingkat petani. Kemudian, terkait keberpihakan perusahaan pabrik pengolahan kelapa sawit terhadap para petani lokal.

”Saat ini beban operasional pemeliharaan kebun sudah lebih tinggi dibandingkan harga jual. Jika harga terus seperti ini, kasihan para petani,” cetusnya.

Selain itu, mereka juga akan membahas penghapusan beban yang dipungut pemerintah pada pengusaha sawit yang pada akhirnya menggencet harga TBS di tingkat petani.

Dengan jumlah petani dan pekerja di bidang perkebunan kelapa sawit yang mencapai ribuan di Lamandau, katanya, hal itu akan sangat berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial di Lamandau. (mex/ign)

Pos terkait