NYARIS BENTROK!!! Tuding Perkebunan Sengaja Benturkan Warga

Perusahaan Sebut Ada Kesepakatan

Dua kelompok masyarakat nyaris bentrok di gerbang pintu masuk kantor PT Wanayasa Kahuripan Indonesia (WYKI)
DEMO: Dua kelompok warga dari Desa Patai, Kecamatan Cempaga, nyaris bentrok di depan kantor PT WYKI, Senin (28/3). (RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Dua kelompok masyarakat nyaris bentrok di gerbang pintu masuk kantor PT Wanayasa Kahuripan Indonesia (WYKI), perkebunan anak perusahaan dari PT Makin Grup. Ironisnya, kelompok itu berasal dari desa yang sama, yakni Desa Patai, Kecamatan Cempaga. Diduga sesama warga tersebut sengaja dibenturkan demi kepentingan perusahaan.

Kelompok yang berkonflik, yaitu pendukung Suparman Cs, penanggung jawab izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKm) dan kelompok Ketua Koperasi Cempaga Perkasa Hairul Cs yang diback-up petugas pengamanan perusahaan. Mereka siaga menjaga warga di depan pintu masuk.

Bacaan Lainnya

Kelompok Suparman yang didukung sejumlah lembaga adat, di antaranya LBH Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan DPP Fordayak, berniat menduduki perusahaan yang dituding beroperasi di atas lahan IUPHKm. Situasi sempat memanas di portal muara kantor hingga akhirnya dimediasi.

Baca Juga :  NAH LHO!!! Tunjangan Dihapus, Guru se-Kalteng Ancam Mogok Mengajar

Kelompok pemilik IUPHKm mengancam akan melakukan aksi besar-besaran dalam waktu dekat ini. Pasalnya, PT WYKI dinilai tak berniat menyerahkan lahan tersebut kepada pemilik IUPHKm.

Tambunan dari Lembaga Bantuan Hukum MADN mengatakan, aksi yang mereka lakukan sengaja dibenturkan dengan sesama masyarakat. ”Perusahaan membenturkan warga, sementara kami tidak mungkin berbenturan dengan masyarakat. Ini adalah lahan IUPHKm yang dikuasai PT WYKI,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat yang protes saat itu bukan bagian IUPHKm, tetapi dari koperasi plasma yang bekerja sama dengan perusahaan. ”Mereka keberatan dengan penutupan karena akan berdampak kepada plasma. Padahal itu tidak ada kaitannya,” tegas Tambunan.

Pos terkait