Nyiyiran Netizen Repotkan Pengguna Jalan, Mating Jalan Kolam Diportal Penjaganya

diportal
DIPORTAL: Mating atau jalur berlantai kayu atau dikenal dengan jembatan darurat diportal, membuat kendaraan roda empat harus melewati jalan bawah yang berlumpur, Jumat (25/12) pagi. (Istimewa)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Nyinyiran netizen di media sosial berbuah petaka bagi para penggun jalan. Penjaga mating (jembatan darurat) KM 06, Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat ngambek. Akhirnya ia menutup mating dengan portal.

Imbasnya terjadi antrean, puluhan roda empat harus sabar saat melintasi titik kerusakan terparah jalan lintas Kotawaringin tersebut. Pengguna lalulintas tidak berani nekat melintas, karena kondisi jalan sudah tidak layak. Bila nekat, justru akibatnya akan fatal, mobil amblas.

Bacaan Lainnya

Penjaga menutup mating dengan portal lantaran ada segelintir pengguna lalu lintas yang melewati mating yang dibuat oleh warga setempat itu merasa keberatan membayar jasa sebesar Rp5000.

Pemilik mobil itu mencurahkan kekesalannya di media sosial, hal itulah yang menyinggung perasaan penjaga mating, dan pada Sabtu dan Minggu 25 Desember 2022 hingga pukul 12.00 WIB mating ditutup.

Baca Juga :  Mobil Pengangkut Sayur Terbalik

Penutupan itu membuat warga yang menggunakan roda empat mengeluh, dan melalui group media sosial mereka meminta agar portal dibuka. Karena keberadaan mating tersebut dinilai sangat membantu kelancaran arus lalulintas dan mereka tidak keberatan merogoh kocek untuk membayar jasa.

Menurut Iwan, membuat mating bukan perkara yang mudah, terlebih dengan panjang yang lebih dari 50 meter tentu membutuhkan biaya dan tenaga. Ia tidak keberatan bila harus membayar jasa melewati mating tersebut.

“Kan pilihannya mudah, bila tidak mau memberi jasa mating, bisa lewat jalan bawah yang berlumpur dan risikonya tanggung sendiri,” tegasnya.

Untuk itu ia meminta agar pengguna lalulintas tidak nyinyir dengan uang jasa yang diberikan kepada penjaga mating, karena terbukti ditutup satu hari saja para pengguna lalulintas sudah kelabakan.

Warga Kotawaringin Lama, Utin menyampaikan keberadaan mating tersebut sangat membantu mereka yang ingin mendapatkan akses yang mudah dan tidak berisiko.

Ia berharap agar pengguna jalan tidak mempersoalkan uang jasa yang diberikan, karena itu sesuai dengan manfaat yang diterima oleh pengguna lalulintas.

Pos terkait