Pama Polri ini menambahkan, diakui DKS saat hamil ia sedang diet dan merasa tidak dalam keadaan mengandung. Namun dini hari itu ia masuk ke toilet karena perut terasa mules, dan ternyata keluar bayi berjenis kelamin laki-laki .
Dibeberkannya lagi, bayi malang ini tersebut berdasarkan pengakuan dari DKS, merupakan hasil hubungan percintaan tanpa ikatan perkawinan, dengan kekasihnya inisial (KY), yakni mahasiswa yang tinggal di asrama sebuah provinsi, juga berstatus kuliah di Fakultas Pertanian prodi agroteknologi, UNPAR.
Selain itu ungkap Tri, keduanya memang tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan yang tidak jauh dari lokasi ditemukan jasad bayi tersebut.
“Selanjutnya DKS dan saksi-saksi dibawa ke Polresta Palangkaraya untuk dimintai keterangan lebih lanjut, dan mayat bayi dibawa ke RSUD dr. Doris Sylvanus untuk dilakukan visum,” tandas Tri.
Sedangkan jenazah bayi dimakamkan oleh kepolisian bersama relawan ERP di pemakaman umum Kristen Pal 12. Beberapa barang bukti dalam kasus itu sudah diamankan, termasuk DKS. Sedangkan KY masih dimintai keterangan, serta saksi-saksi lainnya.(daq/gus)
Komentar ditutup.