Parenggean Perlu Bantuan, 341 Rumah Terendam, Ada Jembatan Putus

banjir parenggean
JADI SUNGAI: Warga melintas menggunakan perahu karena jalan yang biasanya dilalui terendam banjir di Desa Menjalin, Kecamatan Parenggean. Tampak pula Jembatan Sungai Babi di Desa Karang Sari yang putus akibat diterjang luapan sungai, Kamis (8/9). (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir, membuat sejumlah desa di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur terendam banjir. Sampai kemarin, tercatat ada 341 rumah yang terendam. Bencana juga merusak akses infrastruktur warga.

Informasi dihimpun, ada lima desa dan satu kelurahan yang dikepung banjir. Rinciannya, Desa Barunang Miri 16 rumah, Bajarau 35 rumah, Menjalin 35 rumah, Kabuau 65 rumah, Tehang 17 rumah, dan Kelurahan Parenggean 176 rumah.

Bacaan Lainnya

”Sejak dua hari lalu dan sampai sekarang masih hujan. Mudahan cepat reda,” kata Siyono, Camat Parenggean, kepada Radar Sampit, tadi malam (8/9).

Siyono mengungkapkan, ketinggian air rata-rata 50 cm dari atas permukaan tanah dan ada yang sudah memasuki lantai rumah. ”Rumahnya yang terendam banjir sama seperti tahun lalu. Kebanyakan warga yang tinggal di dekat bantaran Sungai Tualan,” ujarnya.

Tingginya curah hujan membuat volume debit air meluap. Bahkan, Jembatan Sungai Babi di Desa Karang Sari sampai putus. Jembatan tersebut merupakan akses yang menghubungkan arah Bandar Agung sampai Beringin Tunggal Jaya.

Baca Juga :  Begini Komentar Kapolres Kotim soal Premanisme yang Dikeluhkan Sopir di SPBU Sampit

”Ini jembatan darurat berkonstruksi kayu. Untuk sementara tidak dapat dilewati dan akses sementara dialihkan lewat jalan tambang batu bara PT WMGK,” katanya.

Kondisi banjir tersebut telah dilaporkan ke Bupati Kotim secara resmi kemarin. Dalam surat yang ditandatangani Siyono itu, juga disertakan sejumlah foto banjir di beberapa titik. Surat itu juga ditembuskan kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim dan Dinas Sosial Kotim, instansi yang bertugas menangani dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana.

Kapolsek Parenggean Iptu Akhmad Syaiful Rizal mengatakan, pihaknya telah meninjau tiga desa/kelurahan yang terdampak banjir, yakni Kelurahan Parenggean, Desa Kabuau, dan Desa Bajarau. . Ketinggian debit air di desa tersebut rata-rata 35 sentimeter dan merendam puluhan rumah warga.

”Sampai saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi. Namun, kami dari kepolisian akan terus memantau situasi,” katanya.

Pos terkait