Pendaftaran Makin Dekat, Lobi-Lobi Bidik Kursi Bupati Mulai Dijalankan

Politikus Senior Siap Bertarung di Pilkada Kotim

ilustrasi pilkada
Ilustrasi Pilkada

SAMPIT, radarsampit.com – Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur tahun ini berpotensi sengit. Politikus senior Gerindra Kotim, Ary Dewar, menyatakan niatnya untuk maju merebut kursi kepemimpinan dari tangan Halikinnor-Irawati.

”Saat ini memang saya sudah komunikasi dengan beberapa pihak untuk bisa bertarung di pilkada Kotim,” kata Ary Dewar, Jumat (12/4/2024).

Bacaan Lainnya

Ary Dewar mengaku telah memahami kultur politik di Kotim. Persaingan dalam pilkada diyakini bakal berbeda dibandingkan pemilu legislatif yang diwarnai tingginya pragmatisme masyarakat akibat politik uang. Di sisi lain, jumlah kandidat yang dipilih juga berbeda jauh.

”Kalau pilkada kan paling banyak empat calon saja. Jadi, artinya akan lebih cenderung punya strategi sendiri,” katanya.

Ary Dewar merupakan politikus senior yang sudah lama malang melintang di Kotim. Dia mengawali kariernya di Partai Golkar, kemudian berlabuh ke Partai Demokrat hingga akhinya dipercaya menakhodai Gerindra Kotim selama 3 periode.

Ary mengungkapkan, dirinya telah berkoordinasi dengan sejumlah partai.

Baca Juga :  Warga Tangkap Maling Sawit di Lahan Sengketa

Adapun posisinya nanti, apakah sebagai calon bupati atau wakil, dia tak mempermasalahkan hal itu, karena akan diputuskan melalui koalisi partai nantinya.

Mengenai kesiapan finansial, Ary mengaku sudah siap. Apalagi dia paham betul pemilihan memerlukan biaya besar dan mustahil bisa bersaing tanpa modal yang kuat.

”Kalau saya lihat, biaya politik di Kotim bisa paling tinggi di Kalteng. Artinya, ketika maju tidak ada modal untuk membiayai, artinya sama saja seperti keledai yang menjerumuskan dirinya ke lubang,” ujar Ary.

Terpisah, politikus PKB Kotim, Reno, mendukung langkah Ary Dewar untuk maju bertarung di Pilkada Kotim. Menurutnya, Ary Dewar sudah selayaknya menduduki kursi itu. Selain putra daerah, Ary juga memiliki pengalaman politik di atas rata-rata.

”Saya bukannya rasis politik, tapi kali ini kami mendorong putra daerah yang punya konsep dan kepedulian untuk membangun Kotim,” kata Reno.

Dia menolak calon yang hanya memahami Kotim seputar Baamang-Ketapang. Dua kecamatan itu dinilai hanya bagian terkecil dari wilayah Kotim yang memiliki total 17 kecamatan, sehingga harus dikonsepkan pembangunannya.



Pos terkait