Perkirakan Hujan Ringan saat Pemilihan Umum

hujan-ilustrasi
ILUSTRASI.(NET)

SAMPIT, radarsampit.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memprediksi kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada hari pemungutan suara, Rabu 14 Februari 2024.

”Secara umum kondisi cuaca di wilayah Kotim pada tanggal 8-10 Februari 2024 diprakirakan berawan hingga hujan ringan dan pada 11-14 Februari hujan ringan hingga sedang. Angin dominan bertiup dari arah barat hingga ke barat laut dengan kecepatan rata-rata berkisar 3-1 knots,” kata Nadine Ayasha, prakirawan cuaca BMKG Kotim, Kamis (8/2).

Bacaan Lainnya

Nadine menuturkan, hal lain yang perlu diwaspadai, angin kencang yang disertai guntur atau kilat. ”BMKG sudah memberikan peringatan dini untuk tetap waspada terhadap hujan yang disertai guntur atau petir dan angin kencang meskipun hanya berdurasi singkat,” katanya.

Menyikapi situasi dan kondisi cuaca yang dilaporkan BMKG Kotim menjelang hingga hari pemungutan suara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menetapkan status siaga darurat mulai 19 Desember 2023-17 Maret 2024.

Baca Juga :  BRI Sampit Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Penetapan status siaga darurat banjir ini disepakati waktunya lebih panjang selama tiga bulan dibandingkan biasanya yang hanya sekitar dua minggu. Hal itu dikarenakan ada agenda besar Pemilu 2024.

”Saat ini Kotim masih dalam status siaga banjir. Kejadian banjir di beberapa wilayah pernah terjadi 5-7 kali dalam rentang waktu November-Desember 2023. Alhamdulillah berjalan dua bulan di tahun 2024 ini situasi masih aman,” kata Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim.

Mendekati pesta demokrasi, Pemkab Kotim memastikan semua tahapan dan jadwal Pemilu 2024, khususnya proses distribusi logistik dan hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024 berjalan aman dan lancar tanpa hambatan.

”Pemkab Kotim wajib memastikan pemilu berjalan aman dan lancar. Kita ketahui, saat musim hujan sejumlah wilayah kecamatan di Kotim rawan tergenang banjir dan berpotensi dapat memutus akses jalur darat,” katanya.

Berdasarkan kajian risiko bencana, ada 17 desa dari 5 kecamatan di Kotim, khususnya wilayah utara yang banjir yang dapat memutus akses jalur darat. Wilayah itu rawan banjir dengan durasi genangan bervariatif yang bisa sampai memutus akses jalur darat.



Pos terkait