Petani Buah Naga Sisihkan Separuh Penghasilan untuk Korban Banjir

banjir
BANTU KORBAN BANJIR: Petani buah naga menyisihkan sebagian penghasilan dari berjualan hasil kebunnya untuk membantu korban banjir. (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kotim, membuat Raden Marso Kerto Suitono (52), petani buah naga asal Desa Kandan, Kecamatan Kotabesi, prihatin, karena ribuan warga terdampak bencana. Dia rela menyisihkan separuh penghasilan buah naga untuk membantu korban banjir.

Marso tak mengambil untung sepersen pun. Justru harus menombok untuk membayar biaya operasional belanja pupuk, upah pekebun, dan ongkos kirim ke Kota Sampit.

Bacaan Lainnya

”Saya benar-benar tidak tega melihat warga yang tertimpa banjir. Berjalan kaki saja sudah terendam, apalagi mencari makan,” ujar Ngatini, istri Marso saat ditemui Radar Sampit di Pasar Al-Huda di Jalan Tjilik Riwut, Jumat (10/9).

Ngatini mengatakan, buah naga di tingkat petani dijual dengan harga Rp 11 ribu per kg. Namun, dia menjualnya dengan harga Rp 10 ribu per kg.

”Harga jual dari petani Rp 10-12 ribu per kg, kalau harga partai Rp 13 ribu. Ecerannya Rp 15-20 ribu per kg. Separuh hasil penjualannya disumbangkan untuk korban banjir,” katanya.

Baca Juga :  Bebaskan Jalan dari Pelanggaran Angkutan

Ngatini mengaku ikhlas tanpa mengharapkan apa pun. Dia hanya berharap bantuan itu mampu meringankan korban banjir.

”Hati saya merasa terketuk ingin membantu dan kami sekeluarga ikhlas. Semoga Allah Yang Maha Kuasa saja yang membalasnya. Walaupun saya ini orang susah, tetapi masih banyak orang yang lebih susah daripada saya. Masih banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk sekadar memberi makan,” katanya.

Pengelola Pasar Al Huda Samsul Bahri mengatakan, aksi penggalangan dana melalui penjualan buah naga itu sudah berjalan selama empat hari terakhir. Sudah ada dua pikap berisi buah naga. Setiap pikap berbobot 400 kg buah.

”Sudah 800 kg buah naga dijual dengan harga miring. Saya hanya bantu menjualkan dan tidak mengambil keuntungan. Separuh dari hasil penjualannya disetorkan ke Pak Marso, separuhnya dibelanjakan beras dan mi instan untuk korban yang terdampak banjir,” ujarnya.

Rencananya pihaknya akan menyerahkan bantuan untuk korban banjir atas nama pedagang di Pasar Al-Huda. “Senin depan insya Allah akan menyerahkan bantuan lagi dari pedagang,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *