Tim Gabungan Siap Amankan Haul Kiai Gede Kotawaringin Lama

makam kiai gede
ULAMA: Makam Kiai Gede di Kecamatan Kotawaringin Lama.

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Dalam rangka menyukseskan kegiatan haul Kai Gede di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (28/1/2024), tim gabungan akan diterjunkan melakukan pengamanan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kobar Amir Hadi menyampaikan,  persiapan sudah matang dengan beberapa kali rapat bersama instansi terkait.

Bacaan Lainnya

“Personel gabungan akan diturunkan dalam pengamanan Haul Kiai Gede, mulai dari dishub 80 personel, Satpol PP, Polres Kobar, TNI dan juga dari BPBD,” kata Amir Hadi, Kamis (25/1/2024).

Kegiatan rutin tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kobar. Untuk itu, pihaknya bersama instansi terkait berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kita harus memberikan pelayanan terbaik, sehingga bisa berjalan dengan baik, khususnya menyiapkan kantong – kantong parkir,” ungkapnya.

Dia meminta kepada masyarakat untuk menaati aturan yang sudah ditetapkan oleh panitia agar pelaksanaan bisa berjalan aman, lancar dan tertib.

Baca Juga :  Selamatkan Diri, Korban Kebakaran PT Korindo Merayap di Bawah Kobaran Api

Sementara itu, Penjabat Bupati Kobar Budi Santosa mengajak seluruh masyarakat Kobar ikut serta dalam acara haul akbar ini. Selain sebagai syiar agama juga akan tercipta silaturahmi sekaligus sebagai wadah mencari keberkahan dari para kiai dan ulama.

“Mari masyarakat kita datang dan mengikuti acara haul Kiai Gede di Kotawaringin Lama,” ajak Budi Santosa.

Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman melalui Kabag Ops Kompol Rendra Adhitya Dhani mengatakan, polres menerjunkan 120 personel dibantu oleh TNI dan beberapa instansi lainnya. Lokasi acara sangat terbatas dan perlu beberapa alternatif. Bahkan rekayasa alur kendaraan juga sudah ditentukan supaya tidak macet.

Pihaknya juga mengimbau agar para jemaah mempersiapkan kendaraan dengan baik beserta dokumen kelengkapan. Selain itu kendaraan yang digunakan hendaklah merupakan jenis kendaraan angkutan penumpang.

“Kami ingatkan jangan gunakan bak terbuka yang dikuatirkan dapat membahayakan penumpang di belakang. Kami tidak ingin nantinya para jemaah yang datang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.



Pos terkait