”Itu temuan lama sebenarnya dan itu ada yang sudah mencicil. Ada juga yang langsung membayar. Ada yang belum dan ini kami harapkan bisa ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang masuk dalam daftar nama tersebut,” ujar Rihel, Senin (3/2).
Rihel memastikan surat penagihan telah dikirim kepada yang bersangkutan. Temuan tersebut salah satunya perbedaan dalam pertanggungjawaban perjalanan dinas, seperti klaim biaya menginap di hotel yang ternyata tidak digunakan. Akibatnya, dana tersebut harus dikembalikan.
Beberapa orang yang diminta mengembalikan dana sudah tidak aktif lagi sebagai legislator. ”Inspektorat sudah mengeluarkan surat ke Sekretariat DPRD untuk menagih hal-hal yang masih belum diselesaikan,” katanya.
Pihaknya berharap semua pihak yang terlibat segera menyelesaikan kewajiban agar tidak ada permasalahan lebih lanjut terkait laporan keuangan DPRD Kotim. (ang/ign)