2.948 Warga Terdampak Bencana, Pemkot Palangka Raya Tetapkan Siaga Darurat Banjir

TERENDAM: Kondisi banjir di kawasan Jalan Mendawai, Palangka Raya, Selasa (14/9). (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Sebanyak 2.948 warga Kota Palangka Raya, terdampak banjir yang merendam 12 kelurahan. Pemerintah Kota Palangka Raya telah menetapkan status siaga darurat banjir sampai 31 Desember 2021 melalui Surat Keputusan Nomor 188.45/245/2021 tertanggal 13 September 2021.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, melalui penetapan status itu, Pemkot merencanakan operasi penanganan siaga darurat bencana, serta mengajukan permintaan kebutuhan bantuan siaga darurat. Kemudian, melaksanakan dan mengoordinasikan pengerahan sumber daya untuk penanganan siaga darurat bencana secara cepat, tepat, efisien, dan efektif.

Bacaan Lainnya

”Pemerintah mempersiapkan sarana prasarana dalam rangka melaksanakan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat mengenai siaga darurat banjir,” katanya, Selasa (14/9).

Adapun 12 kelurahan yang dilanda banjir, yaitu Kelurahan Pahandut, Langkai, Tanjung Pinang, Pahandut Seberang, Tumbang Rungan, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Kameloh Baru, Danau Tundai, Bereng Bengkel, dan Kelurahan Marang. Fairid meminta warga waspada dan siaga. Apabila terjadi apa-apa, warga diminta menghubungi Call Center 112.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, kelurahan yang terdampak banjir rata-rata berada pada kawasan penduduk di bantaran daerah aliran sungai (DAS). Tim BPBD Kota Palangka Raya bersama relawan telah mendirikan posko kesehatan, pengungsian, posko relawan, dan mendistribusikan air bersih.

Dia menambahkan, banjir yang terjadi di kawasan permukiman disebabkan karena luapan air Sungai Kahayan dan Sungai Rungan. ”Banjir ini merupakan banjir kiriman seperti terjadi tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Emergency Respons Palangka Raya (ERP) Jean mengatakan, banjir perlahan mulai surut. Pihaknya telah melakukan pemantauan, termasuk mengevakuasi jenazah warga  yang meninggal dunia karena sakit di Jalan Mendawai 1.

”Dalam kondisi ini, masyarakat tetap diimbau berhati-hati meskipun debit air turun dan diminta mengawasi anak-anaknya saat bermain air banjir,” ujarnya. (daq/ign)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Perlu tindakan dari pemerintah menindak lanjuti secara serius masalah KESEHATAN MASYARAKAT JANGAN HANYA TERPUSAT KEPADA PELAYANAN PEREKONOMIAN SAJA, sekian dan terima kasih atas Perhatian dan Tanggung Jawab Kewajiban Tugas saya ucapkan TERIMA KASIH