Algojo Bentrok Perebutan Kebun Kelapa Sawit di Kalteng Sama-Sama Dibui

sidang
Ilustrasi persidangan/Jawa Pos

SAMPIT, radarsampit.com – Kasus perkelahian maut akibat berebut kebun sawit di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu pada 11 September 2023 lalu memasuki sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Sampit. Kedua pihak yang terlibat adu fisik sama-sama terancam pidana.

Konflik berawal dari dua bersaudara Alpin Lawrence dan Hok Kim yang berebut kebun sawit. Keduanya sama sama mengerahkan massa untuk menguasai lahan.

Bacaan Lainnya

Jagoan Alpin Lawrence yakni Hurpani alias Pani  dituntut hukuman satu tahun enam bulan penjara oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur (Kotim). Dia dianggap terbukti melakukan  perbuatan penganiayaan kepada Deny, Hartoyo, dan Herson Perlingko.

Jaksa Penuntut Umum Restyana Widiyaningsih meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampit memutuskan Hurpani Alias Pani  bersalah melakukan tindak pidana  penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat (2) KUHP. Jaksa menuntut  Hurpani  dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.

Baca Juga :  Agustiar Dorong Pemerintah Tingkatkan Geliat Perekonomian

Deny, Hartoyo, dan Herlon Perlingko yang jadi korban penganiayaan Hurpani juga duduk di kursi pesakitan. Ketiganya menjadi terdakwa penganiayaan yang menyebabkan rekan Hurpani, Saudi, meregang nyawa di tengah kebun sawit.

Pada sidang dengan terdakwa Hurpani, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kotim Restyana Widiyaningsih menyebutkan bahwa perkelahian berawal dari diusirnya kelompok pemanen buah kelapa sawit  dari pihak Hurpani (kelompok Alpin Laurence).

Hurpani dan Saudi mengumpulkan pemanen di pondok kebun sawit Singa Rangkang. Seorang pemanen, Tauhid, menyampaikan bahwa pihaknya diminta keluar dari areal kebun sawit tersebut oleh kelompok Deny cs (kubu Hok Kim). Mendengar hal tersebut, Hurpani dan Saudi langsung pergi mendatangi kelompok Deny dengan membawa parang. Setibanya di lokasi kebun, Hurpani dan Saudi bertemu Deny, Hartoyo, dan Herson Perlingko alias Cuncun.

”Saat itu Saudi langsung turun dari sepeda motor. Herson Perlingko berkata, sabar, kalau kita mau baik-baik, simpan saja dulu itu senjata. Kita berbicara baik-baik,” kata Restyana.



Pos terkait