Atasi Stunting dengan Inpari Nutri Zinc

Beras Bernutrisi Tinggi Ditanam Petani Berambai Makmur

INPARI NUTRI ZINC: Panen perdana padi Inpari Nutri Zinc di persawahan Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kobar, Rabu (6/10) (SLAMET HARMOKO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BANTENG-Persawahan di Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi kawasan pengembangan padi Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari Nutri Zinc. Sekitar 20 hektare ditaman sebagai demplot untuk kecukupan benih di Kalteng dan sisanya untuk kebutuhan pangan masyarakat.

Padi jenis ini merupakan hasil terobosan pemuliaan tanaman padi untuk menyediakan pangan dengan kandungan gizi tertentu, yaitu Zinc. Fungsi Zinc dinilai sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia.

Zinc atau Zn merupakan komponen pembentuk lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai fungsi terkait kesehatan tubuh.

Salah satu efek negatif dari kekurangan Zinc adalah dapat menyebabkan stunting. Adapun stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan pada anak sehingga memiliki ukuran tinggi badan lebih rendah (kerdil) dari standar usianya.

“Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, karena anak-anak tidak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Pencegahan stunting menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini,” ungkap Fery Fahrudin Munir, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian usai panen raya padi Inpari Nutri Zinc, Rabu (6/10).

Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn. Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019 bahwa kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memiliki kandungan 24.06 ppm. “Keunggulan itulah diharapkan dapat turut menyukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia,” tegasnya.

Seperti dikethui bahwa Biofortifikasi pada Inpari Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat.

Koordinator BPP Pangkalan Banteng Jono mengungkapkan bahwa para petani di Berambai Makmur telah merasakan manfaat padi Inpari Nutri Zinc ini. Selain mampu menghemat biaya produksi, varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *