Bencana Ini Jadi Tantangan Petugas Mendata Warga Kotim

Pendataan Regsosek 2022 Berlangsung Sebulan

pendataan bps kotim
RAKOR: Kepala BPS Kotim Eddy Surahman menjawab pertanyaan dari audiens dalam rapat koordinasi pedataan awal Regsosek 2022 di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Rabu (5/10). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi tantangan bagi petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim dalam melakukan pendataan Registrasi Awal Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.

Petugas diberikan waktu selama 31 hari dimulai 15 Oktober-14 November 2022 untuk melakukan pendataan ke rumah warga Kotim yang mencakup aspek data kependudukan dan ketenagakerjaan, perlindungan sosial, perumahan, pendidikan, kesehatan, dan disabilitas serta data yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi.

Bacaan Lainnya

BPS Kotim mengerahkan 811 petugas untuk terjun ke lapangan mendata seluruh penduduk Kotim yang jumlahnya mencapai kurang lebih 480 ribu jiwa. Pendataan Regsosek 2022 ini dilakukan untuk menangkap dinamika perubahan kesejahteraan masyarakat, peningkatan pelayanan publik, dan hasilnya akan menjadi basis data kependudukan serta menjadi data rujukan dalam mendukung program pemerintah khususnya terkait program perlindungan sosial ekonomi dan pemberdayaan ekonomi.

Baca Juga :  Jaringan Bisnis Miras Sulit Diberantas

Kepala BPS Kotim Eddy Surahman mengatakan, pendataan Regsosek baru pertama kali dilaksanakan tahun ini. Sistem pelaksanaannya sama seperti pendataan sensus penduduk, namun yang membedakan adalah sensus penduduk lebih mendata variabel yang berkaitan dengan kondisi demografi.

Sedangkan, Regsosek lebih spesifik mendata penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data NIK KTP serta basis data lainnya hingga di tingkat desa dan kelurahan.

”Ke depannya, hasil data yang dikumpulkan petugas di lapangan akan menjadi basis data yang akan kami serahkan ke Bapenas yang selanjutnya dapat digunakan pemerintah dalam membantu pelaksanaan program strategis pemerintah seperti yang berkaitan dengan program perlindungan sosial dan kesejahteraan sosial,” kata Eddy Surahman usai rapat koordinasi Regsosek 2022, Rabu (5/10).

Pos terkait