Begini Solusi Pemkab Kotim Atasi Masalah Pertanian

BANTUAN: Bupati Kotim Halikinnor menyerahkan bantuan ekskavator di BPP Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, belum lama tadi. (DOK.YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Seringnya terjadi bencana banjir di lahan usaha tani di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikhawatirkan akan memengaruhi pencapaian sasaran luas tanam, panen, produksi, dan produktivitas pertanian. Untuk itu, Pemkab Kotim berupaya cepat tanggap dan segera merespons permasalahan yang sedang dihadapi.

Hal itu dilakukan dengan penyerahan bantuan ekskavator ke beberapa kecamatan sebagai solusi terhadap permasalahan yang sedang terjadi. ”Sekaligus upaya melakukan percepatan pencapaian tujuan pembangunan pertanian,” kata Bupati Kotim Halikinnor.

Bacaan Lainnya

Secara umum, lanjutnya, pembangunan pertanian bertumpu pada dua strategi pokok, yaitu mengoptimalisasikan potensi sumber daya ekonomi wilayah dan menguatkan, sekaligus mendayagunakan posisi strategis wilayah komoditas pertanian.

Berbagai peran strategis pertanian dimaksud sejalan dengan tujuan pembangunan perekonomian nasional, yaitu meningkatkan kesejahteraan. Dengan demikian, salah satu konsentrasi strategi yang penting dikembangkan bagi Kotim adalah optimalisasi pendayagunaan potensi pertanian dalam kerangka pembangunan sistem dan pembangunan usaha agribisnis yang diarahkan kepada tujuan pembangunan pertanian.

Adapun tujuan pembangunan pertanian, yakni meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani, mewujudkan sistem ketahanan pangan yang berbasis keragaman sumber daya pangan, kelembagaan, dan budaya pangan lokal. Kemudian, meningkatkan daya saing produk serta ekspor hasil pertanian dan perkebunan, mengembangkan aktivitas ekonomi perdesaan, juga meningkatkan kesempatan kerja.

”Tujuan lainnya, memberikan kesempatan berusaha secara adil dan merata serta berupaya mempercepat penuntasan kemiskinan, memelihara keseimbangan sumber daya alam dan lingkungan hidup di perdesaan,” ujarnya.

”Kecamatan Teluk Sampit sebagaimana kita ketahui bersama adalah merupakan lumbung utama Kotim menyusul kecamatan lain, seperti Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Kotabesi, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Mentaya Hilir lainnya serta beberapa kecamatan lainnya,” tuturnya.

Pihaknya berharap dengan bantuan yang diserahkan pemerintah, dapat memberikan solusi dalam permasalahan yang dialami petani saat banjir melanda lahan pertanian mereka, agar tidak berdampak lebih buruk terhadap produksi tani. Dengan begitu, ketahanan pangan tetap terjaga. Begitu juga dengan pendapatan mereka. (yn/ign)

Pos terkait