Gizi dan Kesehatan Jantung

Mariana Komariah
Mariana Komariah

Oleh: Mariana Komariah

SALAH satu penyakit yang menyumbung tingginya angka kematian di dunia adalah penyakit yang berhubungan dengan jantung. Penyakit jantung juga telah menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia sejak tahun 1992. Hasil survei Departemen Kesehatan menyebutkan bahwa penderita penyakit jantung telah mencapai 160 orang per 100.000 orang.

Bacaan Lainnya

Penyakit jantung koroner salah satunya yang mana diakibatkan oleh aterosklerosis. Aterosklerosis adalah peradangan pada pembuluh darah yang menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri. Gangguan ini terjadi karena pola hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti terlalu banyak konsumsi alkohol, makanan berlemak, kurang olahraga, dan merokok berlebihan. Tidak hanya pada jantung, masalah ini juga terhubung dengan pembuluh darah yang terjadi penyumbatan dipembuluh darah jantung akibat penumpukan plak.

Dalam hal ini, diperlukan perubahan kebiasaan pola hidup dan pola makan sehat agar bisa terhindar dari penyakit jantung. Jika sudah mengalami penyakit jantung atau didiagnosis mengidap penyakit jantung, maka perubahan harus tetap dilakukan. Dan itu mungkin membutuhkan bantuan ahli gizi. Namun, sebenarnya apa hubungan antara gangguan jantung dan ahli gizi?

Tentu saja ada. Penyakit jantung yang dialami sering terjadi karena buruknya asupan nutrisi atau pola makan yang salah pada seseorang, sehingga memicu timbulnya masalah pada jantung atau bagian kardiovaskular pada tubuh. Jadi, jika ingin melakukan perubahan pola makan, itu tidak hanya membutuhkan arahan dari dokter ahli jantung saja, tetapi juga ahli gizi.

Lalu bagaimana caranya ahli gizi menangani masalah penyakit jantung, jika memang berkaitan dengan perubahan pola makan? Pertama, ahli gizi melakukan pemeriksaan tubuh dan melakukan wawancara terkait dengan status gizi seseorang. Itu dilakukan untuk meninjau kondisi saluran cerna, metabolisme, dan status gizi.

Setelah megetahui latar belakang status gizi dan kondisi saluran cerna serta metabolisme sesorang yang mengidap penyakit jantung, ahli gizi akan memberikan resep atau terapi nutrisi dan kebiasaan makan baru untuk pengidap, yaitu dengan anjuran kalori yang dibutuhkan, seperti protein, serat, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin harian atau akumulasi yang dibutuhkan tubuh. Tidak lupa, ahli gizi memberikan saran bagaimana asupan zat gizi ini bisa terpenuhi. Bisa melalui cara makan seperti biasa, mungkin juga melalui infus jika memang kondisi tubuh membutuhkannya.

Lalu apa saja makanan yang harus dibatasi dan yang lebih banyak dimakan untuk menjaga Kesehatan jantung?

Mengurangi porsi makan

Diet bukan berarti kamu tidak makan sama sekali, melainkan mengatur porsi dan pilihan makanannya jadi lebih terkontrol. Salah satu cara melakukan diet jantung sehat adalah dengan mengurangi porsi makan. Yang mana ini dilakukan untuk menjaga jumlah kalori yang masuk.

Umumnya, asupan kalori harian pada orang dewasa yang dianjurkan adalah 2.000 kalori untuk wanita dan 2.500 kalori untuk pria. Namun, ini bisa saja berbeda karena tergantung pada kebutuhan.

Ada beberapa tips mengurangi porsi makan yang bisa kamu lakukan untuk kesehatan jantung, yaitu: Gunakan piring atau mangkuk kecil, hitung kalori dari setiap makanan. Kalau perlu gunakan gelas atau sendok ukur, sesuaikan porsi karbohidrat, protein, dan sayuran dengan rekomendasi dokter, konsumsi makanan yang kalorinya rendah.

Perbanyak buah dan sayuran

Sayuran dan buah adalah sumber vitamin dan mineral untuk kesehatan tubuh. Di dalamnya terdapat zat yang dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular.

Pos terkait