Korban Penyiraman Air Diperiksa Hari Ini, Yakin Pelakunya Dipidana

siram air
Ilustrasi. (Radar Bojonegoro)

SAMPIT, radarsampit.com – Kasus penyiraman air terhadap seorang sales mobil inisial R (23) di Kota Sampit mulai berproses di Polres Kotim. Pelapor selaku korban bakal diperiksa aparat hari ini (20/12).

”Besok (hari ini, Red) pelapor akan ke Polres Kotim untuk memberikan keterangan terkait pelaporan yang sudah kami layangkan tempo hari lalu,” kata Nurahmman Rahmadani, kuasa hukum pelapor, kemarin (19/12).

Bacaan Lainnya

Nurahman menuturkan, dia akan mendampingi kliennya untuk memberikan keterangan tersebut agar laporan mereka bisa ditindaklanjuti lebih cepat oleh unit Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kotim tersebut. Pihaknya melaporkan pelaku dengan dugaan sejumlah pasal pidana dengan ancaman paling ringan hingga berat.

Mengenai dua alat bukti yang bisa digunakan untuk aparat kepolisian nantinya, Nurahmman meyakini hal tersebut akan terpenuhi. Apalagi kliennya sudah mengantongi sejumlah alat bukti yang disampaikan kepada polisi.

”Kita lihat saja bagaimana nanti kasusnya ditangani kepolisian. Kalau mengacu ketentuan pidana, unsur-unsur yang ada sudah memenuhi,” ujar Nurahmman yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi di Kotim ini.

Baca Juga :  Nah Lho, Ritual Agama Ini Sering Disalahgunakan

Terkait adanya transaksi atau tidak di tempat itu, lanjutnya, pihak kepolisian yang akan mendalami. Dia menegaskan, kliennya saat itu berada di tempat umum bukan sedang berduaan atau bermesraan, sehingga tuduhan terlapor akan termentahkan.

”Kalau dari CCTV itu tidak ada perbuatan yang aneh-aneh. Di situ di depan orang banyak kok,” ujarnya.

Sebelumnya, NV dan MW, dua pelaku yang menyiramkan air pada perempuan tersebut siap dipanggil polisi untuk diperiksa. Mereka juga mengungkap alasan melakukan hal itu pada korban.

”Kami siap menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi saat itu, kenapa bisa seperti itu. Untuk menghadapi kasus ini , kami tidak sendiri. Ada kuasa hukum yang kami tunjuk,” kata MW, salah satu terlapor, Kamis (15/12).

Pos terkait