Lulusan SMK dan SMA Penyumbang Terbesar Angka Pengangguran di Kotim 

Pemkab Libatkan Banyak Pihak Susun Rencana Tenaga Kerja Makro 2023-2027

smk sma pengangguran
DISKUSI:  Bupati Kotim Halikinnor membuka kegiatan FGD penyusunan RTK Makro Kotim 2023-2027 di Aula Pertemuan Lantai 3 Mal Pelayanan Publik, Jalan MT Haryono Sampit, Rabu (29/11/2023). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik  tahun 2022, jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kotim sebesar 5 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka per Agustus 2023  turun menjadi 4,77 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dari Provinsi Kalteng yang berada pada angka 4,10 persen.

Meskipun ada indikasi perbaikan pascapandemi Covid-19, tetapi distribusi tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan lulusan SD berada di angka 3,71 persen, SMP 6,50 persen, SMA 4,80 persen dan  SMK kejuruan 10,88 persen.

Bacaan Lainnya

“Melihat trend dalam tiga tahun terakhir,  jumlah tamatan SMK dan SMA masih tertinggi sebagai penyumbang angka pengangguran. Bahkan, tahun 2022 lebih tinggi dari tahun 2021 sebesar 9,76 persen. Padahal SMK termasuk dalam vokasi yang seharusnya para lulusan SMK sudah siap kerja dengan keterampilan yang dimilikinya,’’ kata Bupati Kotim Halikinnor saat membuka kegiatan FGD Penyusanan Rencana Tenaga Kerja (RTK) Kotim 2023-2027 di Ruang Pertemuan Lantai 3, Mal Pelayanan Publik, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga :  Pemkab Kotim Pertimbangkan Bangun Panti Jompo

Melihat dari data tersebut, Halikin mengatakan kondisi realitas struktur angkatan kerja di Kotim mengharuskan Pemkab Kotim untuk mampu mengurai pemasalahan dan upaya  antisipasi untuk melakukan redesain dalam perumusan arah kebijakan transformasi  ketenagakerjaan terutama penempatan kerja, pendidikan dan pelatihan vokasi di masa depan.

“Tantangan pembangunan ketenagakerjaan untuk mencapai visi Indonesia emas 2045 diantaranya bonus demografi, dimana penduduk usia produktif (15-64 tahun)  jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif yang diperkirakan dapat menjadi modal pertumbuhan ekonomi  yang signifikan,’’ katanya.

Salah satu sektor yang paling dirasakan adalah aspek kebutuhan pasar melalui konsep klaster ketenagakerjaan. Karena itu, langkah strategis yang harus dilakukan dengan menyiapkan perencanaan ketenagakerjaan yang holistic, komprehensif sistematis sebagaimana yang diatur dalam Permenaker Nomor PER.16/MEN/XI/2010 tentang Perencanaan  Tenaga Kerja Makro.



Pos terkait