Masjid Barokah, Awali Masuknya LDII di Kotawaringin Timur

Jelajah Masjid di Kota Sampit Selama Ramadan (13)

insert boks
Masjid Barokah menjadi bukti sejarah cikal bakal masuknya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)

Masjid Barokah menjadi bukti sejarah cikal bakal masuknya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selama 64 tahun hingga sekarang, masjid di kawasan jalan permukiman warga ini masih terus dikunjungi jemaah.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Ibadah salat tarawih sebanyak delapan rakaat dengan empat rakaat salam ditambah tiga rakaat witir dilaksanakan dengan khusyuk. Tiga saf barisan jemaah pria dan tiga saf barisan jemaah perempuan berbaris rapi. Tak ada satupun celah yang dibiarkan kosong.

Meskipun banyak balita hingga anak-anak yang dibawa orang tuanya ke masjid, namun mereka tak dibiarkan bersenda gurau ataupun merengek rewel di dalam masjid.

Pengurus masjid secara khusus menugaskan remaja  masjid untuk piket menjaga anak-anak di teras masjid, sehingga jemaah dewasa dapat lebih khusyuk  beribadah.

Secarik kertas putih bertuliskan jadwal piket jaga ditempel di dinding sebelah kanan dekat pintu masuk masjid. Mereka yang menjaga anak-anak tak lantas meninggalkan salat tarawih. Ketika jemaah sudah menyelesaikan salatnya, remaja masjid yang tadinya piket tetap melaksanakan salat tarawih.

salat LDII
TERTIB: Ibadah salat sunnah tarawih yang diikuti puluhan jemaah di Masjid Barokah,Jalan Gunung Slamet, Jumat (29/3/2024) malam. (HENY/RADAR SAMPIT)

Di malam ke-19 Ramadan 1445 Hijriah, Jumat (29/3/2024) malam, ibadah salat tarawih dipimpin Imam Sulton, selesai jam 19.48 WIB. Selain Imam Sulton, Masjid Barokah juga memiliki 9 imam tetap bernama Imam Nur Priyo Sejati, Muhammad Shirot (Ketua Takmir Masjid Barokah), Agus Hariyanto (Pengurus Masjid Barokah), Dasuki Syaifulloh, Arif Rahman Taufik, Achmad Choirin, Aan Darmawan, Taufik Hidayat serta tambahan satu Imam Ana Ala Ahdika yang juga menjadi imam selama Ramadan.

Setelah selesai tarawih, puluhan jemaah tetap bertahan belajar mengaji hadist yang pada malam itu sedang  mengkaji ilmu tentang zakat.

Sekat tirai di tengah untuk memberi batas salat jemaah laki dan perempuan di masjid ini,  justru ketika salat tak dipasang dan sekat tirai baru dipasang saat mengaji.

Selesai kajian, dilanjutkan tadarus quran yang diikuti jemaah mulai usia anak-anak hingga dewasa hingga pukul 22.00 WIB.

“Mulai malam ke-21 Ramadan sampai 10 malam terakhir Ramadan, jemaah akan melaksanakan itikaf dimasjid untuk melaksanakan tadarus quran sampai pergantian hari jam 00.00 WIB untuk mencari keutamaan malam lailatul qadar yang dilanjutkan doa bersama,” kata Dasuki, Pengurus Masjid Barokah yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah LDII Kotim sejak tahun 2010 hingga sekarang.

sekretariat ldii
Kantor Sekretariat LDII Kotim Jalan Gunung Slamet

Selama Ramadan, Masjid Barokah juga menyediakan 100 porsi takjil setiap hari untuk Jemaah.

“Di luar Ramadan, Masjid Barokah aktif mengadakan program ibadah secara rutin. Setiap jemaah terbagi beberapa kelompok dan dijadwalkan mengikuti pengajian Alquran, ilmu tafsir dan tausiyah setelah Isya hingga jam 9 malam,” ujar Dasuki yang saat itu sambil mempersilakan Radar Sampit duduk di ruang tamu Kantor Sekretariat LDII Kotim di depan masjid.

Didampingi Rospendi (44) Sekretaris LDII Kotim, Dasuki  menyampaikan setiap malam Senin sampai malam Minggu dijadwalkan pengajian yang diikuti jemaah sesuai kelompok yang sudah dijadwalkan.

“Khusus malam Minggu jemaah kalangan remaja, setiap malam Sabtu sebulan sekali diadakan latihan pencak silat dan setiap minggu sore remaja dan dewasa olahraga minisoccer dan setiap bulan di malam Sabtu juga rutin mengadakan musyawarah gabungan LDII Kotim,” kata pria berumur 56 tahun ini.

Pos terkait