Masjid bertipologi masjid jami ini juga diperluas tahun 2002 sebagai tempat memilik tempat pengajian anak (TPA).
”Masjid Shirotol Mustaqim menerapkan tata cara ibadah sesuai ajaran Muhammadiyah. Awalnya tanah masjid hanya seluas bangunan masjid ini saja, tetapi kemudian pelan-pelan beli tanah kaplingan di sebelah selatan masjid yang sekarang sudah dibangun dua unit rumah kaum dan sebagai lahan parkir untuk jemaah,” katanya.
Setiap Jumat salat zuhur berjemaah, Masjid Shirotol Mustaqim mampu mengumpulkan Rp1,2-1,5 juta dan setiap salat ied Rp5-7 jita dari sumbangan jemaah.
”Urusan perbendaharaan kas masjid Pak Masri (Inspektur Kotim) yang lebih tahu. Sumbangan dana dari jemaah inilah yang digunakan untuk operasional pemeliharaan dan perawatan masjid. Insha Allah setelah Lebaran, pengurus masjid akan mengadakan pelatihan khotbah Jumat untuk generasi muda hingga dewasa yang menjadi jemaah aktif di Masjid Shirotol Mustaqim,” katanya. (***/ign)