NAH LOH!!! Kejari Kotim Bidik Dugaan Korupsi Dua Instansi, Anggarannya Miliaran

kejari kotim
BIDIK KASUS: Kepala Kejari Kotim Donna R Sitorus didampingi sejumlah pejabat Kejari memberikan keterangan pada wartawan usai memimpin apel Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-62, Jumat (22/7). (RADO/RADAR SAMPIT)

”Semua termasuk saya sendiri sudah dimintai keterangan. Mudah-mudahan tak ada hal yang menyimpang dan tidak sampai mengakibatkan kerugian negara,” kata Wiyono.

Catatan Radar Sampit, pembangunan Kantor Dinsos Kotim dikerjakan pascakebakaran yang menghanguskan bangunan kantor Dinsos Kotim pada 3 Mei 2019 lalu. Pemkab Kotim menganggarkan sebesar Rp 2,3 miliar untuk pembangunan gedung tersebut.

Bacaan Lainnya

Namun, dikarenakan keterbatasan anggaran yang saat masih difokuskan untuk biaya penanganan Covid-19 anggaran berubah menjadi Rp 900 juta di tahun anggaran 2020.  Pembayaran pertama Rp 900 juta dan pembayaran kedua Rp 591 juta.

Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dengan jenis pekerjaan pembangunan gedung Kantor Dinsos dikerjakan CV Mulia Jaya sejak 10 Juni 2020 dan ditargetkan selesai 22 September 2020 dengan jangka waktu selama 105 hari kalender. Namun, waktu pelaksanaan diperpanjang 180 hari sejak 31 Mei 2021- 26 November 2021.

Baca Juga :  Meski Berat, Ini Alasan Pemkab Kotim Gelar Seleksi Tenaga Kontrak

PPK Dinsos Kotim Khairani sebelumnya mengatakan, sesuai nilai kontrak Rp 2.246.000.000. Tahun 2020 pembayaran dilakukan dua kali. Tahun anggaran 2021 nilai pekerjaan Rp 1.346.000.000. Tetapi dana yang tersedia Rp 628 juta, sedangkan sisanya sesuai kesepakatan dari pihak pelaksana pembayaran dibayarkan tahun 2022. Namun, meskipun Kantor Dinsos Kotim sudah diresmikan Bupati Kotim pada 8 Maret lalu, hingga kini pihak rekanan belum menerima bayaran senilai ratusan juta atas pekerjaan tersebut.

Dua Proyek

Sementara itu, pengusutan di Disperindagsar Kotim terkait dua paket proyek tahun 2014-2015 silam. Salah satunya pembangunan pasar tradisional. Jaksa mengendus ketidakberesan dalam pembangunan pasar tersebut, sehingga perlu diselidiki guna mendapatkan unsur tipikornnya. Proyek senilai  Rp 2 miliar itu dimenangkan secara berturut-turut oleh CV Budi Mulia.

Pos terkait