Optimasi Lahan untuk Dukung Kemajuan Pertanian di Kotim

hasil pertanian kotim
SARANA: Kepala DPKP Kotim Sepnita mendampingi Bupati Kotim Halikinnor saat uji coba mesin pengering gabah di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, baru-baru tadi. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sangat memperhatikan kemajuan pembangunan pertanian. Berbagai program dilaksanakan untuk mendukung hal tersebut.

”Pemerintah daerah telah memberikan dukungan dengan berbagai program, di antaranya penyediaan dan pengembangan sarana pertanian melalui penyediaan sarana produksi alat mesin pertanian, membuat dan perbaikan infrastruktur lahan pertanian, penanganan panen, pascapanen, dan pengolahan hasil pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Sepnita.

Bacaan Lainnya

”Dalam rangka menyusun program tersebut, mari kita bersama-sama. Mulai dari aparatur pemerintah, masyarakat, dan para petani untuk saling mendukung dan bersinergi memajukan pembangunan pertanian,” tambahnya.

Sepnita menuturkan, tahun ini, terutama untuk wilayah sentra produksi Kotim, yaitu wilayah selatan, Kotim mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk kegiatan dalam rangka darurat pangan nasional.

”Untuk kegiatan ini Kotim mendapatkan optimasi lahan seluas 4.000 hektare lebih kemudian pompanisasi 3.000 hektar lebih. Kemudian varietas padi gogo itu sebenarnya targetnya 3.900, tetapi kita hanya bisa memenuhi sampai bulan ini sebanyak 126 hektare saja, karena kemarin itu lebih ditekankan pada tanaman sisipan di sela tanaman perkebunan, tetapi sekarang berkembang boleh saja di luar tanaman perkebunan yang penting padi gogo,” jelasnya.

Baca Juga :  Belasan Remaja Kota Sampit Gagal Balapan Liar

Sedangkan untuk pompanisasi, lanjutnya, sebenarnya Kotim mendapatkan target 8.000 hektare. Akan tetapi, hasil pendataan oleh pihaknya di lapangan hanya 3.000 hektare lebih yang bisa dipenuhi.

Di samping itu, kata Sepnita, ada pula kegiatan perluasan area tanam jagung dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

”Untuk jagung, benihnya didapat dari pusat, sedangkan pupuk dari APBD Provinsi. Melihat kegiatan tersebut, saya juga menggeser beberapa kegiatan untuk mendukung kegiatan ini. Terutama padi gogo dan jagung berupa herbisida,” katanya.



Pos terkait