Pasar Ramadan di Sampit Ditiadakan Lagi

Pasar Ramadan
Pasar Ramadan beberapa waktu lalu sebelum pandemi.(dok.RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Pasar Ramadan yang rutin diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat Ramadan, tahun ini kemungkinan besar kembali tak dilaksanakan. Pasalnya, selain menghindari penyebaran Covid-19, pemerintah juga masih fokus menangani pandemi tersebut.

”Pemerintah hingga di tahun kedua ini masih fokus menekan kasus penyebaran Covid-19, sehingga pembukaan Pasar Ramadan belum dapat dipastikan. Kemungkinan besar sama seperti tahun lalu (tidak terlaksana, Red),” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim Zulhaidir, Jumat (2/4).

Bacaan Lainnya

Zulhaidir menuturkan, kehadiran Pasar Ramadan sudah menjadi agenda tahunan yang menyemarakkan bulan puasa. Pasar itu memberikan kemudahan bagi masyarakat berbelanja kebutuhan berbuka puasa dan belanja lauk pauk untuk sahur.

“Setiap tahun biasanya pemerintah menyediakan puluhan lapak untuk pedagang kuliner yang digelar di Taman Kota Sampit. Tetapi, untuk kedua kalinya di bulan Ramadan ini kegiatan ditiadakan,” katanya.

Baca Juga :  Begini Penjelasan Belum Cairnya Bantuan untuk Parpol di Kotim

Meski Pasar Ramadan nanti ditiadakan, dia mengimbau pedagang kuliner membentuk grup di sosial media untuk memasarkan dagangannya. Dengan demikian, pedagang tetap bisa berjualan dan masyarakat Kotim tetap bisa berbelanja memenuhi kebutuhan makanan.

”Di zaman sekarang ini ada banyak cara untuk berjualan. Saya berharap pedagang UMKM jeli memanfaatkan peluang usaha dengan memanfaatkan media sosialnya untuk mempromosikan dagangannya,” tandasnya.

Bupati Kotim Halikinnor sebelumnya mengatakan, Pemkab Kotim masih mengkaji kehadiran Pasar Ramadan tahun ini. Kajian perlu dilakukan karena ada kekhawatiran menimbulkan klaster baru penularan virus korona.  Apalagi Sampit merupakan kota perlintasan antarkabupaten. Banyak warga dari luar daerah yang  mampir beli kue.

”Jika ternyata dia terpapar Covid-19, bisa membahayakan dan membuat masyarakat terjangkit,” kata Halikinnor. (hgn/ign)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *