Pelayanan Adminduk Difokuskan di Gedung Depan

PELAYANAN: Pelayanan adminduk di gedung bagian depan Kantor Disdukcapil Kotim
PELAYANAN: Pelayanan adminduk di gedung bagian depan Kantor Disdukcapil Kotim. (YUNI/RADAR SAMPIT )

SAMPIT, RadarSampit.com – Loket pelayanan administrasi penduduk (adminduk) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) difokuskan di gedung bagian depan.

Kepala Disdukcapil Kotim Agus Tripurna Tangkasiang mengatakan, kurang lebih ada sekitar sembilan loket offline yang sudah bisa melayani semua pengurusan adminduk. Loket pelayanan tersebut saat ini sudah terintegrasi yang dipusatkan di gedung bagian depan kantor disdukcapil.

Bacaan Lainnya

Agus menambahkan,  gedung depan maupun gedung belakang kantor dinas tersebut sebenarnya tetap melayani pengurusan adminduk, hanya saja pihaknya memisahkan antara berkas yang dibawa oleh perangkat daerah dengan masyarakat umum.

“Loket offline di depan ada, di belakang juga ada. Khusus offline yang dibawa oleh perangkat desa tetap kita layani di gedung belakang, terpisah dengan masyarakat umum,” terangnya.

Pihaknya khawatir jika pelayanan adminduk yang dibawa oleh perangkat desa digabung di gedung depan maka akan mengganggu operator yang ada, sehingga operator tetap disediakan di gedung belakang.

Baca Juga :  Samakan Persepsi Ajaran Ritual, Lembaga Agama Hindu dan LPTIK Gelar Rakor di Kotim

“Karena berkas yang dibawa oleh perangkat desa tidak hanya satu, maka membutuhkan waktu memproses. Kalau di gabung depan, kasian operator dan warga umum yang antre menunggu,” ungkapnya.

Agus kembali menegaskan bahwa pengurus adminduk gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Dia menjamin pengurusan adminduk berjalan mudah dan cepat apabila warga melengkapi berkas-berkas persyaratan yang diperlukan. Pihaknya juga mengimbau agar pengurusan adminduk dilakukan tidak melalui calo.

“Kami juga mengimbau masyarakat langsung datang tidak melalui perantara atau calo, karena nanti akan diminta biaya jasa administrasi dan sebagainya, itu kami yang selalu dikambinghitamkan,” terangnya.

Pos terkait