Positif Covid-19 Meningkat, Pemprov Tegaskan Omicron Belum Masuk Kalteng, tapi gara-gara Ini

Pemprov Kalteng Tegaskan Omicron Belum Masuk Kalteng
VAKSINASI: Program vaksinasi terus digencarkan di wilayah Kota Palangka Raya. Terlebih dengan mulai meningkatnya kasus positif Covid-19. (IST/RADAR SAMPIT)

”Jadi, dampaknya tidak terjadi pada saat pergerakan banyak, tapi beberapa saat setelahnya. Makanya inilah yang sebetulnya terjadi berkaitan dengan kasus yang saat ini terlihat agak naik,” ucapnya.

Di satu sisi, pemerintah saat ini tengah menggencarkan pemeriksaan dan penelusuran penularan di masyarakat. Ketika upaya pemeriksaan digencarkan, secara langsung berdampak terhadap temuan kasus.

Bacaan Lainnya

”Misalkan dari satu orang yang terpapar, kontak erat yang diperiksa bisa sampai 30 orang. Hal inikan tentu membuat peluang yang terdeteksi semakin banyak, sehingga terjadilah kenaikan kasus. Namun, memang upaya mengatasi Omicron ini tetap harus dilakukan,” pungkasnya.

Gencarkan Vaksinasi

Sementara itu, upaya memutus penularan Covid-19 dengan vaksinasi terus digencarkan. Seperti dilakukan Gerai Vaksin Presisi di Klinik Mapolresta Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 3,5, Senin (31/1), yang melibatkan 10 orang vaksinator untuk memberikan pelayanan vaksin bagi masyarakat.

Baca Juga :  AMAN NDAN!!! Polres Kotim Siagakan Personel Khusus Antisipasi Kejahatan

”Kami akan terus melakukan vaksinasi. Apalagi di tengah adanya kasus Covid-19 di Palangka Raya. Kali ini puluhan masyarakat mendapat vaksinasi dosis satu maupun dua sesuai kebutuhan dengan menggunakan sebanyak 28 vial vaksin Covid-19 jenis CoronaVac per dua dosis, yang berasal dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya,” kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa.

Budi menambahkan, pihaknya terus menekankan prokes wajib diterapkan. Di antaranya, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, dan interaksi.

”Kami akan terus berjuang membantu percepatan tercapainya target vaksinasi Covid-19 di Kota Palangka Raya. Tetapi prokes harus tetap menjadi hal yang wajib dilaksanakan,” ujarnya. (sho/daq/ign)

Pos terkait